Apa Arti Cinta?


Cinta itu, kata orang, sejuta rasanya dan itu memang benar adanya. Ketika kamu jatuh cinta, dunia seakan tunduk padamu, semua indah dalam pandangmu, seperti tak ada lagi yang namanya duka. Tapi bagaimana kalau cinta itu pergi? Lebih baik mati rasanya. Sakit teriris-iris, makanan rasanya pahit, minum juga nggak  bergairah, hidup seperti di batas akhir. Tapi apa kita tahu arti cinta?

Nggak ada yang tahu definisi cinta.

Cinta itu sesuatu yang abstrak tapi relistis. Bisa dirasa, tak bisa dipandang. Bisa terucap dengan mudahnya, tapi sulit pembuktiannya. Rasa yang satu ini selalu membuat kita bertanya, terkadang yakin terkadang tidak, ingin berujar tapi takut tak sesuai harapan, ketika mulai melangkah malah terjatuh dengan mudahnya, cinta itu memang benar-benar aneh ya?

Aku nggak tahu bagaimana harus mengungkapkan perasaanku saat ini. Benar-benar hancur, lebur, hanya ingin mati, dunia sepertinya sedang menertawakanku yang selama ini setengah mati menyayanginya, mencelaku yang setengah mati mencintainya. Sekali lagi, aku tidak mengerti apa itu cinta. Kenapa cinta semenyakitkan ini? Kenapa cinta seperti ini? Apa cinta hanya sekedar simbol rasa senang ketika pertama dan rasa bosan ketika di akhir? Apa cinta hanya sekedar kata manis untuk menyenangkan hati kekasih?

Ya, ya, ya. Aku sedang patah hati. Patah hati yang teramat sangat. Patah hati yang tak terkira rasa sakitnya. Berkali-kali aku disakiti, baru kali ini aku merasakan yang seperti ini. Dia yang aku sayangi dan cintai, baru kali ini dengan amat sangat tulusnya, meminta semuanya berakhir. Dengan mudahnya dia mengatakan putus, seakan semua kenangan yang sudah lewat tidak ada artinya. Mungkinkah dia tidak tahu arti hubungan kami bagiku? Mungkinkah dia tidak tahu betapa pentingnya dia bagiku? Mungkin dia memang tidak tahu.

Karena dia, semua aku lakukan. Ku dobrak aturan agar dia melihatku, ku tantang dunia agar dia memilihku, ku hancurkan diri agar dia menyayangiku, ku bertaruh dengan Tuhan agar dia mencintaiku. Semua aku lakukan cuma untuk dia. Ini pengakuan, bukan sebuah bualan apalagi gombalan. Apakah dia benar-benar tidak tahu atau tidak mau tahu?

Ingin rasanya menangis sejadi-jadinya, tapi air mataku sepertinya sudah mengering. Entah sudah berapa kali aku menangis semalam suntuk. Dimanapun aku berada, aku bisa menangis karena dia. Di kamar, di kelas, di depan semua aku tunjukkan isi hatiku yang terluka. Kekurangan darah karena tidak tidur semalaman menangisi dia, pingsan di lapangan sekolah dan menyulitkan para sahabatku,  membuat nyokap dan bokap panik, menentang aturan nyokap, bertengkar dengan nyokap, mengabaikan nasihat-nasihat para sahabatku, semua cuma karena aku terlalu mencintai dia. Tapi kenapa dengan gampangnya dia mengakhiri semunya hanya dengan satu kata, bosan? Apakah rasa bosan mampu menghapus semua rasa cinta di hati? Apakah rasa bosan mampu membuatmu meninggalkan hati yang sangat ingin memilikimu sebesar kau pernah ingin memilikinya?

Aku nggak tahu kenapa dia bisa merasa bosan, padahal sebelumnya dia tidak pernah sekalipun menampakkan perasaan itu dihadapanku. Dia malah bilang semakin mencintaiku, semakin menyayangiku setelah dulu dia pernah meninggalkanku. Apakah ini yang namanya karma? Apa ini karma karena aku pernah menyakiti banyak hati yang sayangiku? Apa ini karma karena aku pernah melukai hati yang tidak tahu apa-apa? Ya, pasti ini karma karena kebodohanku yang teramat sangat.

Tapi kemudian, dia bilang …

Cuma bercanda, sayang. Hehehe. Kenna deh!

Huh, dasar pacar yang jahil. Bikin panik aja! Aku nulis isi hatiku yang teramat dalam, melampaui dalamnya samudra Hindia, perasaan sedih karena dia minta putus, ternyata eh, ternyata dia ingin menggantikan host acara Kena deh! Dasar membleh jahilku yang tersayang! Hahaha.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s