The Day After The Death


Semua makhluk yang bernyawa suatu saat nanti pasti akan mati. Nggak kenal kamu kaya atau miskin, baik atau jahat, semua pasti akan menghadapi yang namanya kematian. Tapi yang menjadi masalah adalah tidak ada yang tahu kapan hari akhir itu datang. Hanya Tuhan yang tahu. Meskipun semua kitab suci sudah menuliskan tidak ada yang tahu kapan kiamat itu datang, masih banyak juga yang mengklaim kapan datangnya akhir dari dunia yang sudah sangat tua ini.

Kiamat sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru dalam kehidupan. Tanah longsor, banjir, gempa bumi, tsunami, dan semua bencana alam yang terjadi sebenarnya adalah sebuah kiamat, hanya saja dalam skala yang jauh lebih kecil dibandingkan kiamat yang sebenarnya. Bahkan kematian yang selalu terjadi setiap harinya juga termasuk dalam kiamat kecil ini.

Yang menjadi perdebatan tahun ini adalah hasil ramalan suku maya yang menyatakan pada tanggal 21 Desember 2012, kiamat akan datang yang berarti kehancuran dunia, memantahkan angan Fujiko Fujio tentang abad 22 dan doraemonnya yang terkenal itu. Dan sekaranga, para sutradara ramai-ramai membuat film tentang berita yang belum tentu kebenarannya itu, karena seperti yang aku bilang dan yang seperti semua kitab suci bilang “Hanya Tuhan yang tahu kapan kiamat akan datang.”

Kenapa semua orang menganggap ramalan itu benar? Padahal, Kepala Suku Maya sendiri sudah mencabut ramalan itu dan menyatakan bahwa ramalan itu tidak benar dan bukanlah hasil ramalan dari Suku Maya. Nah, kenapa semua orang masih memperdebatkannya?

Sebenarnya, kapan saja kiamat datang, itu tidak akan menjadi masalah BAGI orang-orang yang beriman dan mempercayai adanya Tuhan yang selalu mengawasi setiap gerak-gerik makhluknya. Kita cuma cukup menghadapinya dengan lapang dada, terima saja kenyataan, karena kiamat bukanlah akhir dari kehidupan. Kehidupan yang sebenarnya justru adalah kehidupan setelah kiamat terjadi. Kehidupan yang kekal dan abadi di akhirat yang penuh dengan kenikmatan bagi yang beriman, dan penuh dengan kesengsaraan dan penderitaan bagi yang kafir.

Saya pernah mendengar cerita seorang teman tentang para ibu-ibu tetangga di sekitar rumahnya yang baru kali ini dia lihat berlomba-lomba untuk ikut sholat berjamaah di mesjid. Hahaha. Baru sekarang sadar ada mesjid dekat rumah atau gimana nih? Setelah teman saya nanyak, ternyata mereka bertingkah seperti itu karena mendengar desas-desus tentang kiamat yang akan segera datang. Inilah gambaran nyata tentang orang-orang yang baru sadar tentang imannya setelah mendengar akhir akan tiba.

Hal seperti ini pastinya tidak hanya terjadi di seputaran kompleks rumah teman saya saja, pasti di bagian lain negara ini, atau bahkan dunia ini, banyak yang seperti ibu-ibu ini. Tapi ini masih mending sih. Ada juga orang-orang, yang bisa dibilang, nggak tahu diri, udah dengar desas-desus kiamat udah dekat, masih juga melakukan maksiat, masih juga berbuat dosa, masih juga melanggar aturan yang sudah Allah tetapkan.

Kalau mau liat bukti dari kata-kata saya ini, perhatikan saja sekeliling kita semua. Masih banyak kan cewek yang dengan PD-nya pakai hot pants di tempat umum? Masih sering kan diberitakan pemerkosaan, pembunuhan, pencurian, korupsi, dan sebagainya itu? Masih sering kan liat anak yang membangkang sama orangtuanya? Masih banyak kan yang liat perbuatan dosa dimana-mana? Atau anda salah satu yang saya maksudkan?

Saya nggak akan bilang kalau saya sudah nggak pernah melakukan dosa, karena saya sendiri masih sering melakukannya. Saya masih membantah orangtua saya ketika saya merasa bosan dengan aturan mereka, saya masih menyontek ketika ulangan, saya masih saja mencela orang tanpa ngaca dulu. Well, nobody’s perfect.

Tapi jangan jadikan kata-kata saya barusan sebagai alasan anda juga untuk tetap melakukan perbuatan yang anda suka tapi menghasilkan dosa yang nggak ketulungan besarnya. Memang nggak ada yang sempurna di dunia ini, tapi kalau iman yang sempurna itu ada lho! Buktinya para nabi dan rasul bisa. Kita dan mereka kan sama-sama manusia biasa, tapi mungkin level mereka setingkat di atas kita karena status mereka yang wakil Tuhan dalam menyebarkan agama di dunia ini.

Saya tahu banyak orang yang sangat ingin bertobat tapi tidak tahu caranya. Seperti saya. Amat sangat ingin menjadi wanita sholeha, tapi godaan setan selalu aja ada. Sebenarnya cara bertobat itu gampang banget, cuma kita aja yang nggak pernah mau melihat dengan mata kita setiap kesempatan untuk jadi manusia yang lebih baik. Saat ada kotak sumbangan untuk kemaslahatan umat di tengah jalan, kita cuekin aja. Kita malah berpikir itu hanya kerjaan orang-orang yang pengen ngumpulin duit untuk kesenangan sendiri dengan dalih kemaslahatan umat, tapi dengan cara yang lebih mudah. Padahal, seharusnya kita tetap nyumbang. Yang terpenting dari setiap perbuatan itu kan niatnya bukan hasilnya. Kalau pun memang nantinya uang yang kita sumbangkan itu digunakan untuk hal-hal yang nggak benar, kita nggak akan ikut nanggung dosanya kok, karen kita niatnya untuk kemaslahatan umat, bukan untuk membiayai perbuatan tidak bertanggungjawab yang dilakukan orang lain.

Nah, para pembaca blog yang budiman, hidup yang sekarang ini hanyalah ujian dari Tuhan untuk mengetahui apakah kita bisa menjalani hidup yang sebenar-benarnya di akhirat nanti. Perlu kita sadari, setiap kejadian yang kita alami itu tidak akan terjadi kalau tidak ada yang mengkehendakinya terjadi dan Tuhanlah yang berperan di balik semuanya. Bagi yang belum mempercayai adanya Tuhan yang mengawasi setiap jejak langkah dan hembus nafas, silahkan kamu coba dengan caramu untuk membuktikan adanya Tuhan . Sebuah rumah tidak akan jadi tanpa ada tukang bangunan yang membuatnya. Dunia dan seisinya nggak mungkin akan ada kalau nggak ada Sang Gaib yang menjadikannya.

Perlahan tapi pasti, ciptakan diri yang baru, diri yang lebih menyadari indahnya hidup yang semestinya disyukuri dengan berbagai hal positif yang dapat mengantarkan kita pada dunia kekal yang indah. Mungkin awalnya akan sulit, tapi jika kita punya niat, pasti akan bisa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s