My Favorite Places (I want to visit or, maybe, stay in)


Tempat-tempat yang sangat ingin aku kunjungi lumayan banyak, tapi mungkin hanya beberapa saja, atau dalam artian yang paling aku suka saja yang akan aku ceritakan kenapa aku sangat menyukainya dan kenapa aku sangat ingin mengunjunginya.

1. Bali

Paradise Island

Hampir semua orang di seluruh dunia kenal yang namanya Bali, bahkan tidak jarang ada yang lebih tahu tentang Bali daripada Indonesia, negara tempat Bali berada. Agak lucu memang, tapi itulah hebatnya Bali. Daya tariknya yang mendunia, mampu membuatnya menjadi primadona ketika musim liburan. Aku baru sekali ke Bali dan aku benar-benar jatuh cinta dengan Bali. Tidak tahu kenapa. Semuanya indah, semuanya keren. Mimpiku yang paling amat sangat ingin aku wujudkan adalah ber-honeymoon di Bali dan memiliki sebuah rumah di Bali. Aku sangat ingin tinggal di Bali. Aku ingin bergabung dengan semua seniman yang mampu menemukan banyak inspirasi di Bali. Ingin bergabung dengan semua orang beruntung yang bisa tinggal dekat dengan Pantai Kuta, Bedugul, Tanah Lot, dan lain sebagainya. Tapi, bukan berarti aku tidak mencintai tanah kelahiranku sendiri lho! Tanah kelahiranku adalah yang paling pertama di hatiku. Paling best of the best. Apalagi makanannya yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan kolesterol. Daging semua, bo! Hahaha. Tapi, nggak ada deh, yang bisa ngalahin enaknya! Secara, Coto Makassar. Hahaha.

2. Jepang

Negeri sakura. Negerinya matahari terbit.

Saya suka Jepang, kurang lebih karena bahasanya yang menurut saya keren banget! Agak rumit memang, tapi bibir saya kayaknya lebih cocok dengan bahasa Jepang daripada bahasa Jerman yang selama ini saya pelajari. Jepang punya sushi yang enak, punya bunga sakura yang cantik, punya harajuku yang keren, punya semua kayaknya deh! Tapi yang paling bagus dari Jepang, jelas komiknya! Saya sangat suka baca komik. Itu juga alasan saya ingin mengunjungi Jepang, ingin melihat seperti apa jari-jari para komikus Jepang yang hebat itu. Satu lagi, seragam sekolahnya. Wow, awesome! Bikin aku ngiri aja. Pengen banget, meskipun hanya sekali, memakai seragam sekolah Jepang. Model saylor dan kaus kakinya tinggi.  Selain itu, seragam sekolah di Jepang boleh dimodifikasi sesuka hati sama murid-muridnya biar kelihatan makin keren. Aduh, gimana sekolah-sekolah swasta nggak ngikutin kalau sekeren itu? Seandainya sekolah negeri juga bisa kayak gitu. Hmm. Oh iya, cowoknya juga lumayan banyak yang cakep. Tapi, aku kurang suka dengan cowok-cowok Jepang, turunan Jepang, dan yang ada hubungannya dengan Jepang. Soalnya, pernah satu kali aku jadian ama cowok yang turunan Jepang. Ternyata eh, ternyata tampang doank yang cakep, otaknya ngeres banget! Nggak lagi-lagi deh, jadian ama cowok yang ada hubungannya ama Jepang. Hehehe. Tapi, bukan berarti semua cowok Jepang kayak mantanku itu sih! Aku yakin, pasti banyak cowok Jepang yang hati dan pikirannya secakep hatinya. Aku juga pengen banget nyoba pakai kimono. Kayak boneka, menurutku.

3. Jerman

Negerinya nenek moyangku. Hehehe.

Jerman. Hmm. Bisa dibilang ini adalah negerinya nenek moyangku. Soalnya, omaku dari mama memiliki darah Jerman yang kental banget dari buyutku. Otomatis, aku dan adik-adikku juga memiliki sedikit darah Jerman itu. Misiku untuk pergi ke Jerman cuma dua, mencari keluargaku yang mungkin masih ingat dengan Indonesia dan tentunya, travelling-lah! Hehehe. Pengen banget ngeliat kayak gimana sih, keluargaku yang ada di Jerman. Soalnya, dulu itu, omaku dan buyutku yang cewek itu, ditinggal ama buyutku yang orang Jerman ini kembali ke negaranya. Awalnya, buyutku yang orang Jerman ini ngajak omaku dan buyutku yang cewek ikut juga, tapi, mungkin, karena kecintaan yang amat sangat terhadap tanah kelahiran atau hal lain yang entah apa, buyutku yang cewek menolak dan memilih untuk tetap tinggal di Indonesia bersama anaknya yang adalah omaku. Nama omaku keren banget lho! Anna Dreissel. Hmm. Nama belakangnya inilah yang suatu saat nanti akan aku gunakan untuk mencari jejak buyutku di Jerman. Siapa yang tahu kan, aku mungkin bisa bertemu keluarga jauh di sana.

4. Belanda

Tulipnya cantik. Negeri nenek moyang juga. Hehehe.

Belanda juga negerinya nenek moyangku, tapi dari papaku. Omaku dari papa asli orang Belanda. Namanya Mathilda Victoria Bagman. Panggilannya di rumah adalah Telly. Nama inilah yang kemudian papaku berikan padaku sebagai putri pertamanya sekaligus cucu pertama dalam keluarganya. Buyutku dari papa itu asli orang Belanda. Bisa dibilang dia juga anggota penjajah. Tapi, penjajah yang baik. Nah, ketika masa penjajahan itu, buyutku diutus pemerintah Belanda untuk mengurus bagian administrasi di salah satu daerah di Sulawesi Selatan. Buyutku membawa serta istri dan anaknya (omaku) yang ternyata jatuh cinta ama salah satu cowok pribumi. Itulah opaku.  Dari pernikahan mereka, lahirlah papaku dan para saudaranya. Tapi sayang, papaku sangat cepat menjadi anak yatim-piatu. Kelas 1 SD, oma meninggal, kelas 1 SMP opa meninggal. Suatu saat nanti, ketika aku sudah bisa menginjakkan kaki di Negeri Belanda, aku akan segera menelusuri jejak keluargaku. Kata papaku, dia punya seorang sepupu di Provinsi Gelderland. Hmm, awal yang bagus kan? Mudah-mudahan aku bisa mewujudkan keinginanku ini. Amin. Tapi, tentunya, aku ke Belanda bukan cuma untuk mencari keluargaku, aku juga ke sana untuk melihat kincir angin raksasa dan melihat bunga tulip yang kesohor itu.

5. Italy

Pizza? Hmm, yummi!

Sebenarnya, tujuanku mau ke Italy sih, cuma buat wisata kuliner aja. Hehehe. Aku termasuk cewek yang tergila-gila dengan yang namanya PIZZA. Berapa kali pun dimakan, nggak pernah bosan deh! Makanya, aku pengen nyoba pizza langsung dari negara asalnya. Itung-itung buat perbandingan, enakan pizza buatan tangan orang Italy atau Indonesia. Hehehe. Aku juga pengen nyoba makanan Italy yang lainnya. Siapa tahu, ada makanan Italy lainnya yang bisa bikin aku jatuh cinta seperti cintaku pada pizza. Dan berhubung karena aku adalah seorang gifo (gila foto), sudah jelas aku akan foto-foto juga di sana. Intinya sih, tetap aja travelling juga. Hehehe. Aku nggak tau tempat-tempat apa aja yang bisa dikunjungi di Italy selain menara Pisanya. Ada yang tahu tempat keren apalagi yang bisa aku kunjungi jika suatu saat nanti aku punya banyak uang dan mampu membiayai sendiri perjalananku ke tempat-tempat yang sangat ingin aku kunjungi ini? Oh iya, Sungai Venice. Banyak yang bilang, Sungai Venice di malam hari itu indah banget dengan banyaknya lampu-lampu yang menyala dari berbagai gedung indah yang ada di sekitarnya. Romantis kayaknya? Hmm. Boleh tuh, buat jalan bareng pacar. Hahaha. Eh, bener nggak kalau Italy itu salah satu negara yang menjadi kiblatnya mode dunia? Banyak yang bilang gitu sih, tapi aku nggak tau pasti sih! Selain itu, pulaunya bentuk selop kan? Bener kayaknya. Hehehe.

Itulah tadi lima tempat yang sangat ingin aku kunjungi. Bali sih, udah pernah, tapi nggak ada bosan-bosannya untuk terus berkunjung ke sana. Empat tempat yang lain, semoga bisa aku kunjungi secepat mungkin untuk mewujudkan semua misiku. Hehehe. Doakan aku ya, moga bisa mengunjungi semua tempat-tempat di atas.

11 pemikiran pada “My Favorite Places (I want to visit or, maybe, stay in)

  1. Adi Bergomi

    Tyang putu adi dari Bali. Makasi banget udah menempatkan Bali di urutan #1.
    Semoga Bali selalu menjadi kebanggaan kita bersama.
    Suksma!

  2. artificial left eye

    semua ga ada yg aman, bali rawan bom, jepang jadi sasaran china saat world war III nanti, dan eropa jadi korban dari world war III…hiks2x..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s