Mengapa Aku Menulis?


Hanya ada dua alasan dari pertanyaan itu.

1. Karena dengan tulisan, apa yang tidak bisa aku ungkapkan, mampu aku tunjukkan dengan maksud yang lebih jelas dengan cara yang lebih indah.

Yup, dengan menulis, entah kenapa, kata-kata yang terpendam dalam hati bisa mengalir dengan lancarnya lewat gerakan jemari di atas keyboard laptop. Bergerak kesana-kemari, benar-benar nggak ada rasa takut untuk bercerita, bahkan hal yang amat sangat tabu sekalipun. Seakan setiap kata itu bercerita sendiri, keluar dengan sendirinya, aku hanya perantara mereka.

Dengan menulis, aku mampu mengekspresikan diriku, jiwa yang ada dalam diriku dengan lebih leluasa, sesuatu yang nggak bisa aku lakukan tanpa adanya kemampuan untuk merangkai kata dengan lebih bermakna, sesuatu yang nggak bisa aku lakukan dengan cara yang lazim. Berbicara.

Ya, aku penakut. Aku takut setiap kataku adalah kesalahan, kesalahan yang akan membuat aku dipersalahkan. Aku takut setiap kalimat yang keluar dari mulutku adalah dosa, dosa karena menyakiti hati orang lain, dosa karena sekali lagi dipersalahkan oleh orang-orang.

Dengan menulis aku bisa menjadi diriku yang selama ini terpendam dalam, diriku yang senang bercerita, diriku yang benar-benar ingin mendobrak kebiasaan yang menurutku tidak wajar, diriku yang aku katakan kritis, diriku yang tidak bisa memendam rasa sendirian, diriku yang sungguh amat sangat mencintai menulis, diriku yang apa adanya, diriku yang terkadang dipandang sebelah mata karena inilah diriku.

2. Karena kata mampu bercerita tentang semua

Setiap huruf yang merangkai kata benar-benar bisa membawa dunia ke depan mataku. Dunia yang hanya sekedar imajinasiku sampai dunia nyata yang aku hadapi dalam hari-hariku yang terkadang biasa saja dan terkadang sangat luar biasa tanpa alasan yang jelas.

Semua itu bisa aku nikmati bersama yang lain, bersama dunia, meski dunia tidak menginginkannya, mengharapakannya pun tidak. Aku senang bercerita dengan setiap kata, senang menemukan kata baru, senang merangkai kata. Terlalu banyak kata di dunia ini, semuanya indah. Semuanya bercerita tentang aku, kamu, dan mereka. Tentang darat, laut, dan udara. Tentang nyata dan fana.

Bahagia, marah, sedih, bingung, marah, kecewa, benci, semua bisa terukir lewat kata dengan emosi menggebu, tapi dengan cara yang lebih indah, lebih berseni. Ungkapkan saja semua rasamu dengan kata dan tidak ada yang akan menghakimi.

4 pemikiran pada “Mengapa Aku Menulis?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s