Valentine’s Day. Masih Ada yang Merayakan?


Hmm, tinggal menghitung hari Valentine’s day hampir di depan mata. Hari yang kata orang hari kasih sayang ini banyak dirayakan di berbagai negara di dunia dengan segala pernak-perniknya, mulai dari coklat bentuk hati sampai dengan balon bentuk hati. Tapi, apa ada yang tahu sejarah tentang Valentine itu sendiri? Pasti ada yang tahu dan ada juga yang tidak.

Well, kata Valentine itu sendiri, menurut berbagai cerita dengan beragam versi dari berbagai negara dunia, diambil dari nama seorang pastor yang bernama lengkap St. Valentine. Menurut salah satu cerita yang (kebetulan) aku tahu, St. Valentine ini dihukum mati oleh kerajaan di tempat dia tinggal karena menikahkan sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta, padahal pihak kerajaan sudah melarang adanya pernikahan antara cowok dan cewek di kerajaan itu karena para cowoknya dipersiapkan untuk perang dan para ceweknya dipersiapkan untuk jadi selir raja, jadi nggak boleh ada yang namanya pernikahan. Tapi, St. Valentine nggak mau mengikuti aturan itu karena dia menganggap aturan itu sangat tidak manusiawi. Semua makhluk bernyawa di dunia ini, khususnya manusia, memiliki rasa cinta dan tidak ada sesuatu apa pun yang bisa menghentikan perasaan itu, begitu menurut St. Valentine. St. Valentine pun menikahkan sepasang muda-mudi yang sedang dimabuk cinta secara sembunyi-sembunyi ketika pasangan kekasih itu datang padanya, meminta bantuan untuk dinikahkan. Atas nama cinta yang teramat agung, St. Valentine pun menikahkan mereka, meski dia tahu itu berarti nyawanya terancam. Ternyata, pihak kerajaan mengetahui hal tersebut dan langsung mendatangi rumah st. Valentino, menangkapnya, dan pada hari itu pula menghukumnya dengan hukuman mati. Hari pelaksanaan hukuman mati bagi St. Valentino bertepatan dengan tanggal 14 Februari yang sampai saat ini seluruh dunia merayakannya sebagai hari Valentine.

Dari cerita di atas, yang meskipun ada banyak versinya, kita bisa mengambil kesimpulan kalau perayaan hari Valentine itu untuk mengenang seorang pastor atau yang aku bilang “merayakan” kematian seorang pastor. Kematian yang seharusnya menjadi sebuah perayaan menyedihkan, jaman sekarang malah dirayakan dengan berhura-hura, membeli banyak barang yang berhubungan dengan Valentine, menghabiskan uang untuk membeli barang-barang yang sebenarnya kurang penting, bunga, cokelat, bantal hati, bla, bla, bla. Tahu nggak sih, kalau kalian sedang merayakan hari kematian? Ckckck.

Aku dan pacarku bukanlah salah satu pasangan yang merayakan Valentine. Kami memiliki pandangan yang sama tentang Valentine, selain bertentangan dengan ajaran agama kami, tidak sepantasnya pula ikut memeriahkan perayaan kematian. Toh, kasih sayang bisa ditunjukkan kapan saja dan dimana saja, tidak harus terpaku pada satu hari yang membuat seluruh dunia menjadi warna pink. Kalau emang benar-benar menyayangi seseorang, tunjukkan sekarang juga, jangan nunggu tanggal 14, keburu telat.

Nah, masih adakah yang merayakan Valentine’s day? Memang semuanya hak masing-masing orang, kita semua memiliki pendapat yang berbeda dalam hal ini, tapi ada baiknya untuk mempertimbangkannya kan? Valentine’s day memang terkesan sebagai hari yang sangat romantis, tapi apa masih romantis jika ternyata hari itu adalah hari perayaan kematian seorang manusia?

Satu pemikiran pada “Valentine’s Day. Masih Ada yang Merayakan?

  1. menurut aku juga bener, semua tulisan kamu yg tercantum di atas aku setuju…

    tapi tulisan kamu mengingatkan aku sama kejadian di hari valentine day 5 th yg lalu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s