Para Penulis yang Aku Idolakan


Aku menyukai dunia tulis-menulis dengan teramat sangat. Banyak yang bilang hobiku ini kurang kerjaan dan benar-benar membosankan serta melelahkan. Tapi mau diapalagi, di antara banyaknya kekurangan yang aku miliki, cuma kemampuan menulisku yang bisa aku andalkan. Banyak mimpi yang sudah terangkai jika kelak aku bisa menjadi seorang penulis profesional, menulis buku atau sekedar memenuhi blogku ini dengan berbagai tulisan. Tentunya aku pun punya beberapa penulis yang aku jadikan idolaku dan pastinya menjadi acuan buat diriku untuk menjadi seperti mereka. Aku mungkin belum menjadi seorang penulis buku yang mampu menulis berbagai buku best seller, tapi aku yakin bisa menjadi seperti para idolaku itu. Mau tau siapa saja mereka? Check this out! Hehehe.

Penulis yang aku idolakan #1 adalah …

Indiana Chronicles

Penulis dari Trilogi Indiana Chronicles inilah salah satu penulis idolaku, siapa lagi kalau bukan Clara Ng. Sudah beberapa bukunya yang aku baca, dan, SUMPAH semua bukunya keren abis! Nggak ada yang nggak bagus. Semuanya juara! Buku-bukunya yang pernah aku baca selain Indiana Chronicles ini, antara lain Dimsun Terakhir, Gerhana Kembar, dan Tea For Two. Masih banyak buku karya Clara Ng yang lainnya, tapi baru buku-buku itu aja yang sudah aku baca. Awal ketertarikanku terhadap buku-buku Clara Ng adalah ketika mengunjungi perpustakaan sekolahku yang baru saja direnovsasi. Waktu itu aku nggak ada niat sama sekali untuk jadi anggota perpustakaan, malas aja! Tapi ketika melihat salah satu dari ketiga buku Indiana Chronicles, entah kenapa, aku tertarik untuk membaca sinopsisnya dan langsung tertarik saat itu juga untuk meminjamnya. Karena takut keduluan sama murid lainnya, aku bela-belain balik ke kelas buat ngambil pas foto ukuran 2×3 yang menjadi salah satu syarat pendaftara anggota perpus. Begitu sampai di rumah, masuk kamar, ganti baju, langsung tiduran sambil baca buku. Awalnya, aku pikir bukunya cuma satu aja, ternyata ada tiga buku, trilogi. Akhirnya setelah 2 hari baca baru selesai, aku pinjam lagi buku selanjutnya. Finally, aku benar-benar falling in love sama buku Clara Ng. Begitu lihat buku Gerhana Kembar yang ada tulisan namanya Clara Ng di perpustakaan, tanpa ragu aku langsung meminjamnya. Dan begitulah seterusnya, aku menjadi sangat menyukai buku-buku Clara Ng.

Apa yang membuat aku menyukai tulisan Clara Ng?

Tulisan Clara Ng itu bebas. Kata-katanya benar-benar bebas. Semua yang ada di sekitar kita, yang selama ini kita acuhkan, meskipun kita sadari keberadaannya, semua hal yang kita anggap tabu, Clara Ng dengan berani menuliskannya dengan kata-kata yang indah dan jujur, apa adanya. Buku-bukunya yang tidak pernah lepas dari kehidupan metropop dan wanita karir, sungguh sangat menginspirasiku untuk menjadi sesukses para wanita khayalan dalam bukunya itu. Tapi, ada juga yang aku sayangkan dari buku-buku yang ditulis oleh Clara Ng, yaitu unsur percintaannya yang nggak bisa lepas dari namanya hubungan intim, atau lebih jauh lagi kita sebut ML (making love). Meskipun aku akui, Clara Ng bisa meramu kata-katanya dengan baik sehingga jadi tidak terlalu vulgar banget. Clara Ng selalu bisa menggambarkan kehidupan kota besar dengan sangat mengagumkan, kalau aku bilang.

Penulisa yang aku idolakan #2 adalah …

Recto Verso

Penulis buku, pengarang lagu, dan penyanyi berbakat, Dewi Lestari a.k.a Dee. Buku Recto Verso ini pun tanpa sengaja aku baca. Waktu itu, di sekolah, sedang jam istirahat. Kebetulan teman-teman kelasku, beberapa di antaranya, adalah langganan tetap meminjam buku di perpustakaan sekolah. Waktu itu, aku sudah berhenti jadi anggota perpustakaan karena aku lihat buku bermutunya sudah habis aku baca semua (baca: buku-buku Clara Ng). Ketika lagi dengar MP3 di hapeku lewat headset, aku celingak-celinguk kiri-kanan, dan tanpa sengaja mataku tertarik dengan sesuatu yang tidak terlalu tebal, tapi warna hijaunya sungguh menarik hati. Aku pun bertanya pada temanku yang memilikinya, benda apakah yang ada di mejanya itu. Dan ternyata itu adalah sebuah buku. Aku lepas headset, dan lupa mematikan MP3 yang terus-terusan memutar musik, dan langsung menghampiti meja temanku itu. Dengan agak memohon-mohon, aku pinjam buku itu pada temanku untuk aku baca, paling tidak sampai jam istirahat selesai. Tapi ternyata, selama jam pelajaran setelah jam istirahat berakhir, aku tetap membacanya, tanpa ada sedikitpun konsentrasi pada pelajaran, yang aku lupa pelajaran apa waktu itu. Hehehe. Aku benar-benar terhipnotis oleh buku keren yang satu ini. Kumpulan cerpen memang, tapi ini keren banget! Cerpen-cerpennya nggak biasa.

Apa yang membuat aku menyukai tulisan Dee?

Aku menyukai buku karya Dewi “Dee” Lestari ini karena buku ini mencakup tiga hal yang paling aku sukai di dunia ini, kata, nada, dan warna. Buku Recto Verso ini berisi kumpulan cerpen karya Dee yang terinspirasi dari lagu-lagu yang pernah dia tulis dan nyanyikan,  dan dilengkapi dengan beberapa foto yang mendukung cerita. Foto-foto keren yang membuatku sangat takjub. Belum lagi, ada beberapa sketch cantik buatan teman Dee yang ikut dipajang di dalamnya. Buku ini bisa kita baca sambil mendengarkan lagu-lagunya sembari memperhatikan indahnya gambar hujan, air di jalan, lampu cafe, sketsa teratai, dan lain sebagainya yang membuat aku mengacungkan dua jempolku untuk buku ini. Tapi, ada satu cerita yang sempat membuat aku tertawa di buku ini, judulnya Cicak di Dindingmu. Jujur saja, judul ini lumayan konyol buat aku, tapi setelah membaca cerita di balik judul lucu itu, aku malah jadi terharu. Mau tahu bagaimana ceritanya? Beli dong, bukunya! Hehehe. Aku jamin, nggak nyesel baca buku ini. Oh iya, jangan kaget ketika membaca buku ini untuk pertama kalinya kalian akan dibuat pusing dengan kata-katanya, karena gaya penulisan yang berbeda dan unik itulah yang membuat buku ini sungguh bagus!

Penulis yang aku idolakan #3 adalah …

Harry Potter

Kalau yang satu ini, anak TK juga pasti tahu! Yup, Joanne Kathleen Rowling atau yang biasa kita singkat J. K. Rowling, pengarang buku terlaris sepanjang masa, Harry Potter. Pertama kali mengenal buku ini, aku masih SD. Seperti anak-anak lainnya, aku tertarik membaca buku ini karena pengaruh euforia demam Harry Potter dimana-mana. Alhasil, aku pun ikut penasaran dengan apa yang tertulis dalam buku itu dan membujuk serta merengek pada kedua orang tuaku untuk membelikanku buku yang tebalnya minta ampun ini. Pertamanya, aku agak malas juga membaca buku ini. Gimana nggak, tebalnya udah kayak kamus. Tapi karena rasa penasaran yang teramat sangat, soalnya banyak orang yang bilang buku ini bagus banget, aku paksain deh, buat baca. Nggak enak ama ortu juga yang udah bela-belain beli buku ini buat aku padahal harganya nggak bisa dibilang murah waktu itu. Harry Potter inilah yang menjadi cikal bakal kegemaranku membaca buku-buku tebal🙂 . Buku ini mampu membuatku jatuh cinta setengah mati. Meskipun awalnya agak pusing juga karena terlalu banyaknya huruf yang tercetak di atas kertas yang nggak seberapa gedenya, dempet-dempet, berbaris-baris, yang nggak hobi baca dijamin pusing tujuh keliling deh! Tpi begitu terbiasa, pasti akan jatuh cinta, sama seperti aku. Sekali membaca buku ini, aku jadi tergila-gila untuk membacanya kelanjutannya dan selalu menunggu terbitan terbarunya. Sayang, buku Harry Potter pertama sekaligus buku tebal pertamaku yang tercinta itu hilang dan membuat kedua ortuku nggak mau membelikan buku yang baru ataupun selanjutnya. Mereka memberikanku pelajaran untuk lebih menghargai barang semahal buku Harry Potter itu. Hehehe. Untungnya, sepupuku juga penggemar fanatiknya Harry Potter, jadi tiap dia beli edisi terbarunya, aku pasti pinjam. Pernah juga sekali waktu aku ke Surabaya. Salah seorang tanteku yang masih single dan berstatus mahasiswi, ternyata juga penggemarnya Harry Potter. Di rak bukunya berjejer berbagai macam buku, mulai dari buku kuliahnya, komik, novel, dan lain sebagainya, tapi tetap saja yang paling mencolok ya, deretan buku Harry Potter, karena tebal bukunya yang makin lama makin tebal aja. Kalau dipikir-pikir, J. K. Rowling nggak capek apa ya, nulis buku setebal itu? Hmm.

Apa yang membuat aku menyukai tulisan J. K. Rowling?

Soalnya tulisan J. K. Rowling itu imajinatif banget. Membuat kita berkhayal, berangan-angan jauh ke langit ke tujuh, mengandaikan diriku sebagai salah satu dari tokoh dalam bukunya. Imajinasiku benar-benar bermain jika aku membaca Harry Potter. Semuanya menakjubkan! Apalagi setelah film Harry Potter diputar di bioskop, nggak mau ketinggalan deh, untuk menyaksikan khayalan seorang J. K. Rowling menjadi nyata dalam layar. Imajinasi seorang ibu dengan dua anak ini benar-benar hebat banget, aku aja nggak pernah memiliki khayalan sehebat beliau. Terkadang aku sendiri, bahkan merasa cerita Harry Potter adalah kisah nyata dan dunia sihir itu benar-benar ada. Selain itu, ceritanya juga benar-benar remaja, unsur petualangan yang nggak lepas dari percintaan remaja yang apa adanya dan nggak berlebihan sama sekali. Nggak heran kalau buku ini jadi buku terlaris sepanjang masa. Aku sih, berharapnya buku ini nggak berhenti sampai buku ke tujuh aja, tapi kalau dipikir-pikir, terlalu banyak buku juga pasti akan membuat pembaca bosan. Aku pikir ini adalah taktik penulis untuk membuat karyanya terkenang selalu, dan J. K. Rowling berhasil dalam hal ini.

Penulis yang aku idolakan #4 adalah …

Princess Diaries

Meg Cabot atau lengkapnya Meggin Patricia Cabot, penulis buku Priness Diaries yang entah ada berapa banyak saking seringnya ia bercerita tenta Putri Mia Thermopolis, putri dari sebuah kerajaan kecil di Eropa. Buku ini juga cuma fiksi seperti Harry Potter, tapi khayalannya benar-benar tingkat tinggi tiada banding. Aku lupa dimana pertama kali aku menemukan buku ini dan mulai jatuh cinta padanya. Yang pastinya, buku ini benar-benar bisa membuatku berkhayal tentang dunia keputrian yang diimpikan hampir semua anak cewek, dan Putri Mia termasuk yang beruntung karena dialah sang putri yang sesungguhnya. Buku lain karya Meg Cabot yang pernah aku baca, yaitu All American Girl, tentang seorang cewek Amerika yang kehidupannya langsung berubah 180° karena menyelamatkan nyawa Presiden Amerika dari sebuah percobaan pembunuhan, di tambah lagi, anak si pak presiden jatuh cinta sama dia. Ceritanya kurang lebih miriplah ama Princess Diaries. Kalau di Princess Diaries kan, Putri Mia itu awalnya cuma cewek biasa yang nggak tahu kalau dirinya ternyata seorang pewaris tahta kerajaan karena bokapnya adalah seorang pangeran dari Kerajaan Genovia, sebuah kerajaan kecil di Eropa. Putri Mia yang awalnya cuma seorang siswi nerd di sekolahnya, langsung berubah menjadi idola dunia karena dia putri yang rendah hati dan peduli pada semua. Neneknya, sang Ratu, yang awalnya tidak yakin Putri Mia bisa menjadi pewaris tahta kerajaan menggantikannya, pelan-pelan mulai yakin kalau dia tidak salah memilih Mia menjadi ratu selanjutnya untuk memimpin kerajaannya yang tercinta. Tapi, yang paling aku suka dari buku ini adalah tokoh kucing yang bernama Fat Louie, kucing gendut kesayangan sang putri. Ternyata, sang putri juga pecinta kucing sama seperti diriku ini. Hohoho. Di sampul buku All American Girl, juga ada gambar kucingnya lho! Hmm, apa mungkin Meg Cabot adalah penggemar kucing? Mudah-mudahan. Hehehe.

Apa yang membuat aku menyukai tulisan Meg Cabot?

Meg Cabot itu so princess, so girly, and so feminin. Tulisannya itu cewek banget! Banyak juga beberapa adegan konyol dalam tulisannya yang bisa membuat tertawa. Jadi, buku ini paduan lengkap bagi yang menyukai keromantisan dan kehumorisan di saat yang bersamaan. Dan bukan hanya di buku ini saja, menurutku buku Meg Cabot yang lain juga memiliki gaya penulisan yang sama karena buku All American Girl yang sudah aku baca pun sama. Jelas ajalah, penulisnya sama. Hehehe. Buku ini cocok banget buat cewek yang cewek banget, yang feminin banget. Buat yang nggak terlalu cewek banget, kayak aku, juga cocok kok, sebenarnya! Intinya sih, buku karya Meg Cabot bagus banget!

Ya, itu tadi adalah deretan penulis kesukaanku, dari dalam maupun luar negeri. Mereka adalah para penulis yang selalu bisa menginspirasiku untuk terus menulis agar kelak bisa menciptakan karya-karya yang sehebat mereka. Lewat tulisanku ini, aku sarankan buku-buku mereka untuk menjadi bahan bacaan anda semua. Buku-buku mereka terjamin mantap!

2 pemikiran pada “Para Penulis yang Aku Idolakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s