Tentang Mamaku yang Hebat


Mamaku, namanya Irwana Mappasanda, terlahir 49 tahun lalu di Pare-Pare, sebuah kota kecil di Sulawesi Selatan, sebagai anak terakhir dari 10 bersaudara dengan seorang kembaran laki-laki. Di dalam darah Mamaku mengalir darah Enrekang dan Jerman dari Opa dan Omaku. Sejak lahir hingga tamat SD, Mamaku tinggal terpisah dengan kedua orangtua dan saudara-saudaranya karena adanya kepercayaan kuno dalam keluarga Mama bahwa bayi kembar beda jenis kelamin harus dipisahkan karena kalau tidak, salah satunya bisa meninggal. Mamaku tamatan SMK jurusan tata boga yang pernah praktek lapangan di berbagai hotel dan restoran. Mamaku adalah sesosok wanita yang dikenal oleh banyak orang disekitarnya karena keramahannya, ceplas-ceplosnya, dan mudahnya ia berbaur dengan berbagai kalangan.

Mamaku adalah sesosok wanita hebat, sempurna sebagai ibu,  sempurna sebagai istri. Kasih sayang dan pengorbanannya, sejak pagi hingga malam yang terkadang malah ku balas dengan durhaka, sungguh besar jasanya sebagai ibu yang melahirkanku dan adik-adikku, bahkan kakakku yang belum sempat menghirup udara dunia.

Mamaku yang sejak subuh sudah bangun untuk menunaikan ibadah sholat Subuh, kemudian membangunkanku dan adik-adikku, biasanya ia gantian dengan papaku. Setelah aku dan adik-adikku terbangun, tak pernah lupa ia mengingatkan untuk sholat. Mama kemudian melangkah ke dapur untuk membuatkan susu, teh, dan sarapan bagi suami dan anak-anaknya yang hendak berangkat ke kantor dan sekolah masing-masing. Ketika rumah sudah kosong, Mama mulai menyapu seluruh bagian rumah hingga bersih. Mama adalah wanita yang paling tidak menyukai melihat kotoran di rumahnya. Mamaku sangat mencintai kebersihan. Terkadang, setelah menyapu, Mama akan membantu pembantu rumah kami untuk ngepel dan mencuci. Sekitar jam 11an, Mama sudah siap di dapur dengan semua peralatan masak kesayangannya dan mulai memasak makan siang.

Mamaku punya banyak baju bagus, tapi dia lebih menyukai memakai daster kembang-kembang ketika berada di rumah. Daster Mama jumlahnya lebih banyak daripada baju bagusnya. Hihihi. Aneh rasanya kalau sehari saja Mama tidak memakai dasternya dan tidak  mendengar Mama ngomel-ngomel tiap aku dan adik perempuanku malas bekerja membantunya atau tiap kali adik laki-lakiku lupa memindahkan bunga-bunga kesayangannya ke tempat yang terlindung dari sinar matahari.

Mamaku, mama yang hebat. Menjaga dan merawat anak-anaknya tanpa kenal lelah, mencintai suami dan keluarganya tanpa kenal pamrih. Mamaku yang membelaku ketika aku disalahkan dan dicibir banyak orang. Mamaku yang menangis sedih ketika aku pingsan di sekolah karena kurang tidur. Mamaku yang memelukku dengan penuh cinta ketika aku sakit dan tidak bisa berbuat apa-apa. Mamaku yang berusaha mati-matian untuk mengusahakan segala sesuatunya agar aku bisa sembuh dari penyakit batu ginjalku. Mama yang mengusap-usap punggung dan membelai-belai rambutku ketika aku sudah kelelahan menunggu, padahal aku tahu dia juga sudah lelah. Mama yang dulu mengajariku membaca hingga aku mencintai buku dengan teramat sangat. Mama yangs selalu memarahiku karena aku malas. Mama yang dalam tiap doanya tak pernah lepas mengucap nama kedua orangtua, suami, dan anak-anaknya. Mama yang berpuasa ketika anaknya mendapatkan nilai yang bagus. Mama yang selalu bangun di tengah malam buta untuk sholat tahajjud tiap kali anaknya meminta doanya yang sebenarnya tak pernah berhenti mengalir dalam tiap sholatnya. Mama yang selalu mengalah pada anak-anaknya untuk membahagiakanku dan adik-adikku. Mamaku yang selalu menjanjikan mimpi-mimpi indah dan kebahagiaan yang membuat aku dan adik-adikku tersenyum. Mama yang selalu meramaikan rumah dengan suara cemprengnya dan daster kembang-kembang kesayangannya.

Mama, terlalu banyak yang telah kau berikan bagi anakmu ini. Maafkan anakmu ini jika sampai saat ini belum bisa membalas semuanya. Maaf jika anakmu ini sering membuatmu marah. Maaf kalau tidak semua keinginanmu bisa anakmu ini penuhi karena terkadang anakmu ini terlalu egois hingga tak menyadari kasih sayang yang tersirat dalam setiap permintaan memaksamu, anakmu ini masih terlalu muda untuk menyikapi keinginanmu, Ma. Tapi, anakmu ini akan mengusahakan segala yang terbaik demi kebahagiaanmu, Ma.

Mama, I LOVE YOU SO

Satu pemikiran pada “Tentang Mamaku yang Hebat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s