Home Sweet Home


My home is the best place ever! Stres berat rasanya jauh dari rumah sejak kemarin. Susah tidur, malah kena flu. Nggak bisa online, nggak bisa buka facebook, nggak bisa buka blog, nggak bisa main game. Hidupku hampa!

Kemarin, sejak siang, aku nginap di rumah sepupuku, Lidya, yang lagi dijaga ama mace soalnya macenya Lidya lagi ke Jakarta ngurus kakaknya Lidya yang mau mendaftar masuk Akpol alias Akademi Kepolisian. Berhubung Lidya dan adiknya masih kecil dan yang jaga rumah cuma pembantunya yang umurnya cuma beda beberapa tahun doank dari Lidya, dan rumahnya Lidya terletak di daerah yang rawan tindak kejahatan semacam pencurian, jadilah mace ditugaskan oleh macenya Lidya untuk menjaga Lidya dan adiknya selama macenya Lidya di Jakarta.

Nginap di rumah Lidya sebenarnya nyenengin, secara meski pun cuma aku cuma semalam di sana, tapi enak banget! Malam minggu kemarin, aku ditraktir nonton The Messenger 2 plus cemilannya dan minumnya, sebelum dan sesudah nonton ditraktir makan, disewain kaset film yang ditonton bareng di rumahnya Lidya, ditraktir cemilan yang katanya buat dimakan sambil nonton midnite, ampun-ampunanlah asiknya nginap di rumah Lidya.

Tapi, begitulah, tetap saja tidak ada yang senyaman rumah sendiri. Kenapa aku bilang begini, padahal sehari di rumah Lidya, aku sudah ngerasain hal-hal yang nyenengin bareng sepupu-sepupuku? Karena aku nggak bisa tidur. Gimana bisa tidur kalau Lidya yang penakut terus-terusan menggangguku? Lidya itu emang penakut amat-sangat-banget-sekali. Kemarin itu kami nonton 2 film horor, satu horor internasional, yang satunya lagi horor domestik yang horornya sedikit banget! Semalaman dia mengganggu tidurku. Terus-terusan ngomong nggak jelas karena ketakutan, padahal aku dan adik laki-lakinya sudah mengapit dia di tempat tidur. Belum lagi dia terus maksa aku untuk tidur menghadap ke dia tiap kali aku berbalik arah. Ditambah lagi kamarnya Lidya itu ber-AC dan aku adalah seorang yang sangat anti-AC. Aku mungkin polip. Nggak pernah periksa sih, tapi penyakit apa lagi coba yang tiap berhubungan ama sesuatu yang dingin langsung meler? Jadilah tidur malamku aku lalui dengan penuh penderitaan. Bertubi-tubi pula.

Ada cerita lucu tentang Lidya. Maceku kan, lebih duluan nginap 2 hari sebelumnya di rumah Lidya. Nah, malam ketika hari pertama mace nginap, Lidya tidur sendiri, sedangkan adiknya tidur ama maceku di kamar lain. Lampu kamar Lidya dibiarkan menyala, aku nggak perlu bilang kenapa kan? Nah, tepat jam 3, mace terbangun karena pengen buang air kecil. Setelah buang air kecil, mace ngecek Lidya udah tidur atau belum, ternyata udah pulas banget. Jadi, mace matiin deh, tuh lampu kamar Lidya. Tapi, tiba-tiba saja terdengar teriakan memekakkan telinga yang membuat bumi gonjang-ganjing, langit seakan mau runtuh sampai bulu ketek mau rontok. Tahu siapa yang teriak? LIDYA. Hahaha😀 Padahal tidurnya udah nyenyak banget, tapi masih ngerasa juga kalau lampu kamarnya dimatikan. Maceku yang kaget pun lalu menyalakan kembali lampu kamar Lidya dan Lidya pun kembali terlelap.

Memang ya, banyak tempat yang enak banget di dunia ini untuk ditinggali dengan berbagai fasilitas yang bisa memanjakan diri kita, tapi tetap saja nggak ada tempat yang lebih baik daripada rumah sendiri. Meskipun ketika di rumah sendiri harus ngurus semua-semuanya sendiri, nggak seperti di rumah Lidya yang dilayani ama pembantu. Di rumah sendiri harus bangun pagi-pagi buta dan lanjut beresin rumah, sedangkan di rumah Lidya, abis sholat subuh bisa lanjut tidur sampai siang, tetap saja my home is best of the best place in the whole world!

2 pemikiran pada “Home Sweet Home

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s