Tidur


Sudah lelah kaki ini melangkah
Ribuan jalan telah mematri jejakku
Tetesan kenangan basahi tubuh
Teriknya mentari buatnya tak henti mengalir
Tubuh ini sudah tak mampu

Ku ingat hari-hari kemarin yang lalu sudah
Lembaran buku harianku terpenuhi kisah dan cerita
Tak mungkin ku baca lagi semua itu
Terlalu panjang dan melelahkan
Buatku rindukan empuknya peraduanku
Ingin ku tenangkan segala penat dalam damai
Tapi apakah aku pantas diterima?

Ku dendangkan doa dalam hati
Pinta malaikat iringi mimpi indahku
Ku dengar nyanyian ayat suci dari yang terkasih
Mengantarku berjalan susuri lorong putih
Sudah cukup waktuku sampai di sini
Ku ingin dipeluk Kekasih Sejati-ku
Aku tidur dalam damai

3 pemikiran pada “Tidur

  1. Musik lembut mengalun dari dalam warung remang di ujung lorong.
    Nada-nada penyesalan menghentak lembut menembus gerimis bersama asap rokok kretek. Pelan namun pasti semua suara lenyap ditelan kesunyian.
    Sesekali binatang malam terbang rendah menyambar serangga, lantas melesat menuju kegelapan.
    Pekat asap knalpot mobil menderu di jalan utama, bergerak mengejar harapan yang terus berlari menuju pagi.
    Jejak senja masih membekas di trotoar, berjubel dengan bekas tapak kaki tergesa-gesa. Reruntuhan harapan terkapar di beranda ketika senja harus tenggelam di lautan kemurkaan warna malam kelam.

  2. Kenapa kalian selalu meributkan senja?
    senja tak selalu terpeluk lautan
    Dia hanya menyelinap untuk berganti baju
    karna besok dia tau
    dia harus menghibur lagi…
    Bukankah seperti itu adanya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s