CINTA = Cindolo Na Tape


Sutradara : Rusmin Nuryadin
Penulis Naskah : Wahyudi
Lokasi Film : Makassar
Pemain : Thezar Resandy, Edna Triwahyuli, Brillian Rexy Sondakh

Aku nggak tahu pasti kapan film indie dari kotaku tercinta, Makassar, ini rilis. Aku aja lupa kapan pastinya pertama kali aku menonton film ini, kalau bukan tahun lalu, berarti dua tahun lalu. Aku benar-benar lupa.

Aku mengetahui tentang film ini dari adik perempuanku yang kebetulan sahabat baik dari salah satu pemeran utamanya. Ketika mendengar judul film ini dari adikku, aku langsung saja penasaran ingin menonton film ini. Judul yang tidak biasa, unik dan sangat menarik. Cindolo Na Tape, kata yang sudah biasa bagi telinga warga Makassar, tapi jadi tidak biasa karena kehadiran film satu ini.

Cindolo Na Tape bercerita tentang kehidupan Timi (Thezar Resandy), yang seorang siswa kelas 1 salah satu SMP negeri di kota Makassar. Kehidupannya benar-benar ordinary teenager, terutama tentang persahabatannya yang sangat solid dengan Ian (Brillian Rexy Sondakh) dan ketika dia jatuh cinta dengan seorang cewek bernama Tenri (Edna Triwahyuli). Kehidupan para remaja, seperti Timi, kadangkala dianggap berbeda oleh para orang dewasa di sekitarnya, hingga mereka berusaha untuk mencaritahu sendiri bagaimana cara mereka bersikap, berperilaku, dan berpikir agar dapat diterima oleh para orang dewasa dan tidak dipandang sebelah mata lagi oleh para orang dewasa di sekitarnya.

Dari sudut pandang pribadi aku sendiri, kelebihan dari film indie ini adalah dari segi budaya lokal yang mereka angkat dan dari segi penyutinngannya. Budaya lokal Makassar yang sangat terkenal dengan logatnya yang khas sangat kental mewarnai film ini. Sangat polos dan apa adanya dalam bertutur. Dari segi penyutingan, aku bilang, film ini bisa disejajarkan dengan banyak film nasional yang sudah beredar di Indonesia, bahkan film ini masuk dalam daftar film dengan penyutingan terbaik yang pernah aku tonton.

Kenapa aku baru meresensi film sebagus ini?

Pertama, waktu film ini aku tonton, aku belum punya blog ini. Kedua, aku baru ingat kalau aku pernah nonton film sebagus ini beberapa hari yang lalu karena dengan tanpa sengaja tiba-tiba saja aku teringat tentang film ini, entah karena apa. Well, aku bersyukur bisa mengingat film ini, karena film ini benar-benar bagus, dan bego banget kalau aku nggak membuat resensi tentang film indie dari kotaku ini.

Yang ngaku orang Makassar WAJIB nonton film ini😉

53 pemikiran pada “CINTA = Cindolo Na Tape

  1. Mirwan

    Sa dapat ini film dari temanku waktu “mengungsi” ke kampung halaman 2 minggu lalu dari letusannya merapi..sa kira film apa..setelah dinonton,,ternyata..mantap tawwa film nya..berkali kali dinonton tidak bosan2..pakakkala’..na lajju’ lope’ timi…

    terus berkarya sist..ditunggu film indie lainnya yang menonjolkan ciri khas ta sebagai warga sulsel nah..:D

    salam The Macz Man from Yogyakarta..

  2. Saya dapatkan film ini dari siswaku. baru sehari, sudah lima kali saya putar. sebuah film yang bagus. sayangnya Timi dan Ian beradegan “MEROKOK” padahal mereka PELAJAR. kalaupun minum ANKERBIR = itu masih bisa disiasati dengan sirup

    1. terimakasih sudah berkunjung pak guru🙂
      memang dalam film tsb ada adegan merokoknya, tapi menurut saya hal tsb justru bs jadi bahan pembelajaran untuk para murid, tergantung dari gurunya saja bagaimana cara menjelaskan mengenai dampak buruk dari rokok🙂

    1. hmm, saya kurang tahu ya, soal film ini ada sekuelnya atau tidak, tapi setahu saya sih, mungkin belum ada . tapi kalau memang banyak yang suka, bisa diusulkan untuk dibuat sekuel lanjutannya🙂
      terimakasih sudah berkunjung🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s