Kisah MaBa Sarap PART II


Hwaaaa .. Bahagia banget bisa update blog lagi. Udah sebulan lebih nggak mengetahui perkembangan anakku, si redragonfly, ini. Tambah banyak aja pengunjungnya meskipun nggak pernah di update sebulan lebih. Jadi terharu🙂 Lebay! Hahaha😆 Well, finally I can spend my time with my blog today. So, I am going to tell you everything I did a month ago, the reason why I never update my blog.

Aku nggak pernah update, nggak pernah online lagi, tidak lain dan tidak bukan, karena statusku sebagai Mahasiswa Baru. Emang kenapa kalau jadi mahasiswa baru? (Ceritanya ada yang nanyak gitu😛 ) Begini, karena aku mahasiswa baru, maka aku pun, sebenarnya tidak diwajibkan, mengikuti masa-masa pengaderan. Nah, sebagai mahasiswa di Jurusan Sastra Inggris, aku tidak hanya mengikuti pengaderan di jurusan, tapi juga di fakultas. Nah, sebulan kemarin, selama aku nggak update blog, waktuku aku habiskan untuk mengikuti pengaderan jurusan dan pengaderan fakultas, selain kuliah tentunya. Ribet! Pusing bagi waktunya. Tugas numpuk, pengaderan juga nuntut. Aku sempat bolos kuliah beberapa kali karena pengen istirahat, saking capeknya😦

Sebenarnya, aku bisa saja tidak mengikuti pengaderan, tapi tetap aja, semua pilihan ada konsekuensinya. Kalau aku ikut pengaderan, ya beginilah, aku jadi nggak bisa update blog, aku jadi kekurangan waktu untuk istirahat, aku harus siap-siap capek selama sebulan. Terus, kalau aku nggak ikut pengaderan, aku nggak diterima sebagai anggota keluarga mahasiswa fakultas maupun jurusan, aku nggak bisa akrab ama senior, dan tentunya, juga sulit untuk berbaur dengan teman-teman seangkatan, baik dari yang sejurusan maupun yang beda jurusan. Kalau disuruh milih, jelas aja aku milih untuk ikut pengaderan. Toh, nggak selamanya aku bakal dikader. Capeknya cuma saat pengaderan aja. Kalau pengaderan udah lewat, aku bisa kembali menikmati hidup. Bener kan? Daripada nggak bisa dapat temen di kampus atau dikacangin ama senior. Ogah deh!

Selama pengaderan fakultas, aku dan teman-teman yang lain diberi nama La Galigo, itu nama angkatan kami. Selama sebulan lebih kami latihan untuk mempersiapkan seremonial penyambutan kami sebagai mahasiswa baru di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin. Kami yang berjumlah 400 orang lebih, ternyata nggak semuanya mau mengikuti pengaderan. Hanya sekitar 120-an orang yang mau mengikuti pengaderan sejak awal sampai akhir, salah satunya aku. Hehehe😛 Sayang banget deh, teman-teman yang nggak ikut pengaderan, nggak bisa ngerasain asiknya capek bareng, makan bareng, dimarahin bareng, dihukum bareng, pokoknya kebersamaan benar-benar terbangun selama masa pengaderan. Senior-senior yang awalnya dikira sangar, kejam, dan sadis (bener-bener lebay), ternyata baik dan lucu. Saat istirahat, para La Galigo bisa gokil-gokilan bareng senior, tapi saat latihan, semua harus kembali konsen ke urusan masing-masing. Disiplin kami juga dilatih di pengaderan ini.

Pada saat pengaderan fakultas, para La Galigo dibagi dalam beberapa kelompok kegiatan yang kesemuanya dipilih masing-masing berdasarkan bakat dan minat. Ada kelompok perkusi, melukis, tari Padduppa (salah satu tari tradisional asal Sulawesi Selatan yang biasanya ditampilkan dalam acara-acara tertentu untuk menyambut tamu), paduan suara, teaterikal, puisi, dan tari massal. Aku sendiri memilih untuk menjadi anggota paduan suara karena aku suka menyanyi, meskipun suaraku sungguh amat sangat menyakitkan gendang telinga manusia normal🙂

Minggu demi minggu dilewati dengan latihan-latihan yang melelahkan. Sempet beberapa kali dapat masalah ama senior sampai dimarahin, bahkan ada yang kena tonjok dari senior, tapi itu nggak menyurutkan semangat para La Galigo untuk tetap datang saat latihan. Dan hasil dari kerja keras dan kerjasama kami bersama para senior, akhirnya terbayar di hari Jumat kemarin. Acara seremonial yang dihadiri oleh banyak senior, dekan, para wakil dekan, anggota BEM, dan lain-lain berlangsung sukses. Yippi! Hujan yang ditakutkan akan turun saat acara seremonial berlangsung, alhamdulillah, nggak turun. Acara kami pun berjalan lancar.

Setelah penyelenggaraan seremonial selesai, masih ada kegiatan lain, yaitu out bond dan baksos di Maros. Sayangnya, kegiatan ini tidak dapat aku ikuti karena terhalang ijin Mace. Hiks😥 Padahal, aku pengen banget ngikutin semua kegiatan pengaderan biar bisa lulus 100%. Tapi nggak apa-apalah, mungkin emang belum keberuntungankun untuk ngikutin out bond dan baksos. Aku cuma bisa berharap, senior mau untuk tetap meluluskanku dengan pertimbangan kerajinanku mengikuti pengumpulan selama sebulan lebih. Please, seniorku yang baek …

Foto yang aku tampilin di atas adalah foto salah satu properti saat seremonial. Lukisan itu adalah hasik karya teman-temanku di La Galigo. Sedangkan tulisan La Galigo di bawahnya adalah kumpulan foto-foto kami, para La Galigo 2010. Tema seremonial kami adalah Mappadendang, yang artinya bernyanyi (menyambut pesta panen).

Hhh, nggak kerasa udah sebulan lebih kami lewati untuk menyukseskan seremonial kami. Kebersamaan kami selama sebulan bener-bener nggak bisa dinilai dengan apapun, terlalu mahal. Capek, lelah, letih, lesu, lemas, lunglai, dan segala macamnya habis terbayar dengan rasa bahagia karena sukses menyelenggarakan seremonial. Bener-bener asik deh, jadi mahasiswa, meskipun capeknya ampun-ampunan. Hehehe😛

Makasih banyak buat para seniorku; Kak Soren, Kak Maman, Kak Wahyu, Kak Efi, Kak Khalid, Kak Asri, Kak Noe, Kak Hari, Kak Andi, Kak Nino, Kak Idil, Kak Chalu’, dan para kakak-kakak lainnya yang sudah mau bercapek-capek ria untuk melakasanakan seremonial kami, meskipun terkadang kami seakan tidak tahu terima kasih dan sering bikin jengkel senior. Makasih juga karena acara ini sudah membuat aku dapat banyak teman dari jurusan lain. Dan untuk teman-teman La Galigoku, makasih banyak untuk kerjasamanya, makasih banyak untuk semua rasa capek dan ngantuk kita, makasih banyak untuk kebersamaan kita, makasih banyak untuk pertemanan yang tak ternilai ini, makasih banyak untuk semua yang sudah kita lalui bersama selama sebulan ini, termasuk ketika kalian menertawaiku saat dikerjain senior🙂 Tetap solid, guys! Jangan buat kebersamaan kita juga berakhir dengan berakhirnya pengaderan. Oke? Pokoke, kita semua harus tetap solid, sesolid-solidnya!

 

LA GALIGO 2010 …

ASIK SEKALI !

6 pemikiran pada “Kisah MaBa Sarap PART II

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s