Beauty and The Beast


Writer : Madame Jeanne-Marie de Beaumont
Publish Year : 1756

Nggak ada yang nggak tahu mengenai cerita Beauty and The Beast yang kesohor ini. Cerita yang lalu di-filmkartun-kan oleh Walt Disney ini mampu menginspirasi banyak sineas lainnya untuk menciptakan karya serupa, semisal drama, teater, atau bahkan parodinya. Nah, ini juga yang dilakukan oleh teman-teman sekampusku dalam rangka penyelenggaraan Festifal Budaya Inggris dengan aku sebagai salah satu panitianya. Plus, aku juga didaulat untuk menjadi si Beauty😉 That’s why I want to write about this beautiful story, so don’t ever think that this movie will appear in theatres with new story🙂

Like I said before, everyone must be know about this story. But I want to tell you again the story of Beauty and The Beast, just like a refresh. Hehehe😛

Dongeng ternama ini bercerita tentang Belle atau si Beauty yang merupakan putri bungsu dari 3 bersaudara, anak seorang duda kaya. Tapi kemudian, keluarganya jatuh miskin. Di antara saudara-saudaranya, dialah yang paling cantik, paling rajin, dan paling baik hati. Suatu hari, Ayahnya hendak berangkat ke suatu tempat yang jauh untuk memulai kembali bisnisnya yang bangkrut. Kedua saudara Beauty meminta dibawakan oleh-oleh berbagai macam barang-barang mahal dan mewah, sedangkan Beauty hanya meminta Ayahnya pulang dengan selamat dan setangkai mawar.

Setelah beberapa hari pergi dan berhasil membangun kembali bisnisnya, Ayah Beauty pun pulang dengan sepeti hadiah bagi para putrinya, kecuali Beauty. Ayahnya tak dapat menemukan setangkai mawar pun. Dalam perjalanan pulang, badai menerjang, dengan terpaksa Ayah Beauty harus berteduh. Kebetulan di jalan yang dia lalui ada sebuah kastil yang tampak tak berpenghuni, maka masuklah ia ke dalam kastil itu. Betapa bahagianya Ayah Beauty ketika melihat kebun mawar yang sangat indah di dalam kastil itu, lalu ia pun memetik setangkai mawar dari kebun mawar yang cantik itu. Ayah Beauty yang mengira kebun itu tak bertuan, kemudian dikejutkan oleh sebuah suara menyeramkan dari sesosok makhluk yang tidak kalah menyeramkannya dari suaranya, itulah Beast. Ayah Beauty berusaha mati-matian memohon maaf pada Beast agar tidak dibunuh dan dia pun menjelaskan kenapa dia sampai nekat memetik bunga mawar di kebun Beast. Beast lalu memaafkannya, tapi dengan syarat salah seorang putrinya harus datang ke kastil Beast untuk menjaga kastil. Ayah Beauty pun menyanggupinya.

Sesampainya di rumah, Beauty sangat senang menyambut kepulangan Ayahnya, sedangkan saudaranya yang lain sibuk dengan hadiah mereka. Ayah Beauty pun menceritakan apa yang dia alami dalam perjalanan pulang kepada ketiga putrinya. Bisa ditebak, dua putrinya tidak bersedia pergi ke kastil Beast, Beauty pun sebenarnya tak ingin, tapi dia memberanikan dirinya agar Ayahnya tak dibunuh oleh Beast. Beauty pun pergi seorang diri menuju ke kastil Beast. Beauty akui, kastil itu sangat indah, terutama kebun mawarnya. Beauty juga mengakui bahwa Beast benar-benar buruk rupa dan sangat menyeramkan, tapi kebaikan hati Beauty membuatnya tidak mempersoalkan segala keburukan Beast. Beast sendiri langsung saja jatuh hati pada kecantikan Beauty. Maka dimulailah hari-hari Beauty sebagai pembantu Beast di kastilnya yang besar.

Beauty melakukan segala perintah Beast, apapun, kecuali permintaan Beast untuk menikah dengannya. Ya, Beauty menolah Beast dan Beast benar-benar patah hati, tapi Beast menyadari tak mungkin ada wanita yang ingin menikah dengannya dengan wajahnya yang buruk rupa. Tapi Beast tak pernah menyerah dengan memberikan segala kasih sayangnya kepada Beauty, tapi terkadang sisi galak dari Beast muncul tanpa terduga. Suatu hari Beauty saat ingin bertemu dengan Ayahnya, Beast pun memperlihatkan keadaan Ayah Beauty lewat sebuah cermin ajaib. Tampak dalam cermin itu Ayah Beauty sedang sakit para. Beauty pun meminta Beast untuk mengijinkannya bertemu dengan Ayahnya. Karena rasa sayangnya yang begitu besar pada Beauty, Beast pun mengijinkan Beauty untuk bertemu dengan Ayahnya, tapi Beast meminta agar Beauty tidak lama karena dirinya bisa mati kalau begitu. Ternyata, Beauty terlalu senang bertemu dengan Ayahnya hingga melupakan janjinya pada Beast untuk segera kembali ke kastil. Lewat cermin ajaib yang diberikan oleh Beast, Beauty melihat Beast yang sedang terkapar tak berdaya di kebun mawarnya. Beauty yang panik melihat keadaan Beast pun lalu pergi menuju kastil Beast dengan perasaan menyesal karena telah melupakan janjinya pada Beast. Tanpa ia sadari, Beauty telah jatuh hati pada kebaikan hati Beast selama ini padanya.

Begitu tiba di kastil, Beauty langsung menghambur ke kebun mawar Beast, dimana Beast terkapar hampir mati. Beauty menangis sejadi-jadinya dan berkata, “You may be ugly, but you’re very kind and gentle. That’s very important to me. You should not die. I love you and will marry you.” Seketika itu pula, sekelibat cahaya memenuhi Beast yang setelah itu berubah menjadi seorang pangeran yang tampan. Ternyata selama ini Pangeran dan seisi kastil dikutuk oleh seorang penyihir yang merasa sakit hati dengan kesombongan sang Pangeran. Penyihir itu berkata bahwa Pangeran tak akan bertahan hidup hingga umur 21 tahun jika tak ada seorang gadis pun yang bersedia menjadi istrinya. Beauty pun mematah kan kutukan penyihir itu dan hidup berbahagia dengan sang Pangeran di kastil mereka.

Nah, aku capek juga lho, ngetik cerita Beauty and The Beast yang ternyata lumayan panjang juga:mrgreen: Tapi nggak apa-apa demi mengingatkan kembali para blogger pada dongeng masa kecil kita semua ini, mungkin ada yang sama ada yang beda, cerita ini sendiri memang sudah dibuat dalam beberapa versi untuk menarik perhatian pembaca tentunya.

Cerita Beauty and The Beast yang akan aku dan teman-teman kampusku pentaskan tidak jauh-jauh amat dari cerita yang sudah aku tuliskan di atas. Kalimat yang Beauty ucapkan dan aku tuliskan di atas juga adalah kalimat yang nantinya akan aku ucapkan dalam dramaku sebagai Beauty. Buat yang kebetulan baca posting-anku ini dan berminat untuk ngeliat akting aku sebagai Beauty (caila, berasa kayak artis mau debut aja), silahkan datang ke Makassar Town Square (Mtos) hari Sabtu tanggal 5 Maret 2011.

Sebenarnya, yang aku teman-teman kampusku tampilkan itu bukan sebuah drama utuh yang banyak dialog, tapi lebih kepada akting soalnya para pemeran hanya sebagai latar dari story telling yang merupakan salah satu item acara, jadi lebih banyak akting daripada dialognya. Kalau dramanya sendiri adalah Romeo and Juliet yang pastinya juga sudah pada tahu ceritanya kayak bagaimana. Insya Allah acara Festival Budaya Inggris yang aku dan teman-temanku laksanakan ini akan diakhiri dengan ball party atau pesta dansa ala kerajaan Inggris. Selain drama, story telling, dan ball party, item acara lainnya adalah musik akustik, icip-icip hidangan ala Inggris, dan lain sebagainya. Jadi, yang penasaran acaranya kayak bagaimana, silahkan bertandang dan nikmati acara persembahan Mahasiswa Sastra Inggris, Universitas Hasanuddin, ini ya😉 Kami menunggumu!

Bagi yang nggak bisa datang, nantinya juga aku akan posting foto-foto dan cerita selama acara berlangsung. Pokoknya usahain datang ya, semuanya!

8 pemikiran pada “Beauty and The Beast

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s