Kita Sudah Berbeda, Kenapa Dibeda-bedakan?


Ketika masih kecil, aku diperkenalkan pada perbedaan
Perbedaan yang berwarna-warni
Buatku takjub sesaat
Negeriku,tanahku, duniaku, penuh dengan perbedaan
Bukan sekedar warna kulit atau postur tubuh
Kami membicarakan suku pada Pendidikan Kewarganegaraan
Mendiskusikan Tuhan di Pendidikan Agama
Tanpa sadar mencari perbedaan

Mesjid dibangun untuk mengagungkan Allah
Gereja berdiri untuk memuliakan Jesus
Vihara dibangun untuk menyembah Budha
Pura ada untuk sembahyang di hadapan Dewa dan Dewi
Masing-masing memiliki tempat dan Tuhannya
Lalu, apa yang kalian perdebatkan?

Budaya orangtuaku membesarkanku
Aku tak pernah diajari untuk membaca kebencian
Apa kalian dibesarkan dengan dendang yang menghina budaya lain?
Aku rasa tidak
Baik Bugis, Batak, Jawa, Sunda, Dayak, Ambon, maupun Irian
Apa kalian dibesarkan untuk membawa celurit di tangan kalian untuk menghakimi yang lain?
Aku rasa tidak
Lalu, kenapa kini kalian saling membedakan dan membunuh?

Aku merasa aku benar
Kamu merasa kamu benar
Kalian pun merasa kalian benar
Kita semua benar, tapi kita egois
Hanya melihat untuk saat ini
Hanya melihat dari satu sisi
Bagaimana dengan nanti?
Bagaimana dengan sisi yang lainnya?
Malulah pada anak kecil yang selalu memaafkan
Malulah pada jiwa suci yang belum mengerti apa-apa
tapi mampu menerima perbedaan dengan tulus
Malulah pada mereka
yang mau bermain dengan siapa saja tanpa menaruh curiga apalagi benci

Lebih baik nilai aku dari warnaku
Jauh lebih baik daripada mempertanyakan Tuhanku
Lebih baik injak aku karena miskinku
Jauh lebih baik daripada menghakimi budaya nenek moyangku
Kita sudah berbeda, lalu kenapa dibeda-bedakan?
Mungkinkah karena kita belum sadari asal?

6 pemikiran pada “Kita Sudah Berbeda, Kenapa Dibeda-bedakan?

  1. Saya teringat saya menonton film “My Name is Khan” di bioskop. Saya rasa seperti itulah ibu mengajari kita, tentang bagaimana menjadi manusia dalam banyak perbedaan.

    1. Tdk dengan dasar apa-apa. Blog ini sy buat untuk mengungkapkan apa yg saya rasakan, jadi ketika sy menulis artikel ini, sy sedang berada pada masa dimana sy mempertanyakan hakikat perbedaan di antara makhluk Tuhan yg menginjak tanah yg sama dan bernaung di bawah langit yg sama, tapi masih selalu saja mempermasalahkan segala hal di antara mereka yg sebenarnya sama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s