Dua Minggu di Jakarta


Dua minggu tanpa blog, dua minggu tanpa laptop, dua minggu liburan, dua minggu jalan-jalan, dua minggu kangen rumah, dua minggu aku puas. Hehehe😛 Yap, dua minggu kemarin the redragonfly sibuk liburan hingga hampir melupakan keberadaan blog ini, hampir saja blog ini tak terurus. Selama dua minggu, aku berpusing-pusing di DKI Jakarta, ibukota negera tercinta kita ini.

Ini sudah ketiga kalinya saya ke Jakarta, tapi karena jarak yang berjauhan dari sejak pertama kali saya ke Jakarta hingga yang terakhir ini, rasa takjub saya akan kemegahan Jakarta tidak ada habisnya. Baru saja keluar dari jalan tol, saya sudah disambut dengan gedung-gedung apartement yang luar biasa tinggi dan megahnya. Oke, saya memang  agak kampungan, tapi siapa sih, yang tidak takjub dengan segala kemegahan yang disuguhkan oleh ibukota?

Di Jakarta, selama dua minggu, saya sibuk jalan-jalan, makan-makan, dan cuci mata, serta beberapa kali sakit hati karena melihat sale dimana-mana, tapi tidak punya uang untuk membeli satu barang pun😥 Tapi tidak apa-apa, yang pastinya perut kenyang hati pun senang🙂 Kebetulan ya, di liburan kali ini bertepatan dengan perayaan ulangtahun Jakarta, jadi sale dimana-mana. Sangat disayangkan karena hingga hari terakhir berada di Jakarta, saya belum sempat sama sekali menginjakkan kaki di PRJ atau Pekan Raya Jakarta. Bahkan keinginan untuk foto-foto di bundaran HI pun tidak kesampaian hingga hari terakhir. Mesti balik secepatnya nih, ke Jakarta. Hmm ..

Selama di Jakarta, jujur saja saya lebih sering membanding-bandingkan kondisi di Jakarta dan Makassar. Entah itu jalan tolnya sampai toilet-toilet di mal-malnya. Bukannya tidak bangga dengan kota sendiri, saya bangga kok, sangat bangga malah, tapi ada beberapa hal yang mestinya orang-orang Makassar contoh dari orang-orang Jakarta. Tapi, ada juga kok beberapa kelebihan Makassar dibandingkan dengan Jakarta. Perbandingannya adalah:

1. Jakarta sungguh amat sangat macet sekali. Bahkan, di jalan tol sekalipun bisa terjadi yang namanya macet. Padahal, nama lain jalan tol kan, jalan bebas hambatan. Untungnya, di jalan tol Makassar tidak pernah kejadian yang namanya macet. Atau mungkin belum? Who knows🙂

2. Di Jakarta sungguh sangat padat. Terlalu banyak gedung tinggi. Keadaannya terlalu ruwet kalau bagi orang yang terbiasa hidup di kota yang minim gedung bertingkat 30 lebih, seperti saya ini

3. Jakarta memiliki mal-mal yang benar-benar berkelas dunia. Tidak heran sebenarnya karena pengunjung Jakarta maupun penduduknya tidak sedikit yang berkebangsaan asing. Kebersihan dan kerapian di setiap mal sangat terjaga. Tidak ada yang namanya “pedagang-tanpa-toko” di mal-mal di Jakarta. Perbedaan mal dan pasar tradisional jelas terlihat di Jakarta, berbeda dengan Makassar. Orang Makassar pasti ngerti maksud saya

4. Toilet-toilet di mal-mal Jakarta BERSIH dan GRATIS! Tidak perlu saya jelaskan panjang lebar, penduduk Makassar pasti mengerti denga apa yang saya maskudkan🙂

Seperti itulah pendapatku mengenai perbedaan situasi-situasi tertentu antara kota Jakarta dan kota Makassar. Waktu serasa berjalan sangat cepat saat berada di kota Jakarta. Wisata kuliner tak ada habisnya, wisata fashion lebih-lebih lagi. Tapi pesona Makassar juga tidak kalah, terutama pesona wisata alamnya, nomor wahidlah kalau Makassar🙂

Satu pemikiran pada “Dua Minggu di Jakarta

  1. USA keren

    coba bandingin Jakarta ma kota2 di USA…nggak usah new York atau Chicago dulu lah….. Jakarta Aja vs seattle atau Boston….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s