Cinta Itu Sederhana


Malam berkasih dengan lembayung
Langit tersipu menatap mereka
Darah perawan malam sambut rembulan
Bintang-bintang terlahir dengan cantiknya

Satu persatu cahaya bermunculan dari tiap atap
Ikut merayakan resepsi indah menjelang senja
Cinta berlari dari satu rumah ke rumah yang lain dalam senyap
Umumkan romantisme alam di tengah sentuhan gulita

Malam menghangat dalam buaian
Ciptakan ribuan lagu bernada syahdu
Tinta dan pena berdansa dengan anggun
Puisi sang pujangga jadi penghias langit nan kelabu

Katanya,
Cinta itu tak bisa kau andaikan
Karena alasan hanya pertimbangan
Cinta itu sederhana
Manusia saja yang melebih-lebihkan

16 pemikiran pada “Cinta Itu Sederhana

    1. Senggama itu apa ya?
      Hmm, iya sih, emang kontras banget! Saya berusaha menggambarkan kesederhanaan cinta itu lewat alam, lembayung yg bercinta dgn malam untuk melahirkan bulan dan bintang untuk penerangan manusia. Alam mencintai manusia, tp manusia kurang mencintai alam. Cinta itu sederhana, tdk menuntut balasan, tapi terkadang manusia melebih2kannya dgn berpikir bahwa yg namanya cinta itu harus selalu berbalas, pdhl belajar dr alam sj, cinta yg tdk menuntut🙂

      1. klo bagus tidaknya, saya tidak punya hak🙂 tapi saya suka gaya penulisannya, beberapa simbol2 semiotik menarik perhatian saya, setidaknya tidak terlalu simple, dan membuat saya bertanya2 apa arti simbol yang ini, simbol yang lain juga apa artinya, dan itu yang membuat sebuah puisi menjadi lebih berarti.
        Intinya (bagi saya) biarkan pembaca puisi di area “misteri” dari puisimu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s