Kenangan


distance_by_savaliste-d6ys0e5Kita tak pernah tahu rencana Tuhan untuk kita. Kita tak pernah tahu bagaimana dunia berkonspirasi untuk mengacaukan kita. Salah satunya dengan kenangan. Iya, kenangan. Ingatan yang tersimpan di salah satu sudut otak ternyata bisa menjalar bagai penyakit hingga ke hati. Melumpuhkan. Bisa dalam arti baik, bisa dalam arti tidak baik. Ingatan bisa membuatmu lumpuh karena tawa, bisa juga karena luka.

Kemarin adalah kenangan. Setahun yang lalu, semenit yang lalu, bahkan sedetik yang baru saja lewat dalam sekali kedip pun kenangan. “Time flies, but not memories”, kata Ika Natassa dalam salah satu novelnya. Ya, waktu berlalu, tapi kenangan tidak. Kenangan tetap stuck pada tempatnya, tempat dimana ia diletakkan. Entah di sudut yang terang agar mudah tuk ditemukan dan diputar ulang oleh pemiliknya atau di sudut tergelap untuk dilupakan. Tapi, meskipun diletakkan di sudut tergelap, kenangan selalu punya cara untuk mengusikmu.

Kenangan ada di lagu yang kau dengar, ada di gambar yang kau simpan, ada di kata yang kau tulis, bahkan ada di mimpi yang kau rangkai. Serius, kenangan pun ada di mimpi. Pernah membaca sebuah teori tentang mimpi yang mengatakan kalau sebenarnya semua orang yang kita jumpai di dalam mimpi kita, baik orang yang kita kenal maupun tidak, sebenarnya adalah orang yang telah kita jumpai di dunia nyata kita? Well, you can find that one in the internet.

Tapi memang benar kan, terkadang sesuatu yang sebenarnya telah menjadi kenangan masih bisa menjadi impian. Misalnya, you have those precious memories about your beloved mother who had passed away which makes you dream of a future wife just like your mother atau kenangan tentang sebuah buku tua yang membekas hingga membuatmu berharap dapat menemukannya lagi dan memilikinya. Just that simple.

Kenangan bisa berupa cokelat manis yang ingin terus kau kecap, bisa juga berupa pare pahit yang bahkan untuk mencobanya pun rasanya malas.

Kenangan tentang dia bukanlah cokelat manis yang ingin terus aku kecap, bukan juga pare pahit yang bahkan untuk mencobanya aku perlu berpikir seribu kali. All the memories of him is in between.

Kenangan tentang dia ada di setiap jalan yang kulalui saat pergi dan pulang kantor. Kenangan tentang dia ada di setiap tempat yang kukunjungi bersama teman-temanku. Kenangan tentang dia ada di teras depan dan ruang tamu rumahku. Kenangan tentang dia ada di resep tempe bacem Mamaku. Kenangan tentang dia ada di kalender tahun 2015 di rumahku. Kenangan tentang dia ada di galeri tiap hapeku. Kenangan tentang dia ada di setiap akun media sosialku. Kenangan tentang dia ada di meja dan kursi sebuah restoran dimana di suatu sore aku dan dia duduk berdua dan dia membuat seluruh isi perutku menciptakan perasaan tidak karuan yang kemudian memerahkan seluruh wajahku tanpa aku sadari.

Kenangan tentang dia ada di setiap sudut kota yang aku dan dia tinggali. Kenangan itu tersebar dimana-mana hingga aku tidak tahan untuk tidak mengingatnya hanya dengan membuka mataku saat terbangun di pagi hari. Mungkin hanya saat tidur seluruh isi kepalaku bisa sejenak off dari mengingatnya, bahkan tidak jarang kenangan tentang dia juga menyapa lewat mimpi.

He’s in fucking everywhere! The memory of him is fucking everywhere!

Ada manis yang ingin terus ku kecap dari semua kenangan tentangnya, namun ada pahit yang juga terus membayangi.

Aku mendaki dan terus mendaki untuk keluar dari lembah kenangan yang dalam dan menyesakkan, tapi setiap kali berusaha lebih kuat, saat itu juga keindahan lembah kenangan melemaskan seluruh sendi di tubuhku dan memaksaku untuk kembali karena sekeras apapun aku berusaha, aku tahu, aku akan terjatuh.

Mungkin Tuhan sedang mengujiku dengan kenangan. Mungkin dunia sedang berkonspirasi untuk mengacaukanku dengan kenangan. Mungkin aku yang terlalu larut dalam kenangan. Apapun itu, kenangan tentang dia mungkin akan terus tinggal di tempat dimana aku bisa selalu menemukannya. Kenangan tentang dia akan selalu berada di kelenjar lakrimalis mataku. Kenangan tentang dia entah sampai kapan akan selalu berpendar mengitariku. Entah sampai kapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s