Kau Laki-Laki


Kau laki-laki Kata-kata bagimu adalah janji Janji bagimu dibawa mati Namun lalu kau ingkari Mungkin kau lebih memilih mati Kau laki-laki, mulutmu bau tai Kau laki-laki Kau yang minta untuk mengakhiri Katamu aku tak pantas jadi istri Tapi kau datang menangis mengiba memohon kembali Kau ku tolak, aku kau maki Kau laki-laki, apa benar kau... Continue Reading →

Iklan

Petir


Petir menyambar hari ini Ia mengamuk sendiri Awan-awan berlarian Burung-burung beterbangan Petir menyambar hari ini Entah apa yang ia ingini Perlukah bumi meringis? Atau langit harus menangis? Petir mengamuk lagi Begini beberapa kali Bukan, berkali-kali Mungkin kisah di hari yang lalu terbawa hingga ke hari yang baru Petir mengamuk kian menjadi Mungkin ia tak sadari... Continue Reading →

Masalahku Bukan, Masalahmu


Masalahku, Parasku kau terpukau Auraku kau terpaku Aku menjerat tanpa tahu Masalahku, Menghempas tanpa ragu Hanya karena satu Justru ragu Masalahku, Hati yang rapuh Seringkali melabuh Lalu tersesat tanpa tuju Masalahmu, Semudah paku kau terpalu Tanpa tahu pada aku Belum tentu ada mau Masalahmu, Kepalamu penuh halu Tentang tak tentu dan semu Mau saja padaku... Continue Reading →

Dinding


Dinding-dinding berkisah tentangmu. Kamu yang pernah mengharapkan dia dan hanya bisa memimpikan dia. Kamu yang dulu terjebak pada anganmu tentang dia. Dia yang tak mampu kau jangkau, terlampau jauh. Dinding-dinding berceloteh. Mereka ribut membicarakanmu yang tiba-tiba berani mengungkapkan rasa. Satu dekade kau lewati mempersiapkan diri, kau pinta hatinya dengan perkasa. Kau tahu kau tak lagi... Continue Reading →

Pintu (Hati)


Sebuah pintu tertutup Tangan demi tangan datang mengetuk Hanya untuk pergi dengan mengutuk Karena pintu tetap tertutup Sebuah pintu tertutup Kuncinya telah hilang Terbawa angin dan terbang Tertimbun musim dan lenyap Sebuah pintu tertutup Pernah ada yang mendobrak Tapi lalu pergi seperti gagak Tak suka ia pada nyata di balik pintu tertutup Sebuah pintu tertutup... Continue Reading →

Sesingkat Petang


Sesingkat petang, waktu berkisah. Tentang perpisahan yang terlupakan dan pertemuan yang tak dinantikan. Sepuluh tahun yang disebut menanti dan sebulan yang penuh janji untuk diingkari. Sesingkat petang, waktu berkeluh. Dua anak Adam dengan hati yang berbeda mencoba mengukir setapak untuk bersama. Sayang, ada yang masih mencari saat yang lain telah berhenti. Mereka tersesat. Sesingkat petang,... Continue Reading →

Until She Fell in Love


She was fine until she fell in love She was the coolest until she fell in love She was the most difficult until she fell in love She was the grey until she fell in love She had the highest standard until she fell in love She was the most demanding until she fell in... Continue Reading →

Rumah


Dalam anganku pernah terbersit harapan untuk menjadi gunung yang tinggi. Agar sepi dan tak ada yang akan mengganggu. Hanya langit biru temanku dan sesekali burung-burung besar yang mampu terbang cukup tinggi untuk mencapai puncakku, cukup kuat untuk menerjang kencangnya angin di sekelilingku, dan cukup sepi untuk berbagi sendiri denganku. Aku ingin menjadi gunung yang tinggi... Continue Reading →

Buku yang Belum Selesai Kubaca


Ada buku yang belum selesai kubaca Kata-katanya sulit Kisahnya rumit Mungkin itu yang membuat penulisnya ternama Buku yang belum selesai kubaca Agak kelam Sedikit suram Tapi ada cinta di dalamnya Buku yang belum selesai kubaca Sepertinya tak kan selesai kubaca Entah aku yang tak mampu memahaminya Atau mungkin buku itu memang ditakdirkan untuk tak pernah... Continue Reading →

Blog di WordPress.com.

Atas ↑