Apa yang Salah dengan Boy/Girlband Indonesia?

Tadi malam saya melakukan tweet war saya yang pertama kalinya bersama seorang teman saya yang berakun @NoviantoTaz. Tweet war kami berkutat seputar boy/girlband yang sekarang sedang naik daun di Indonesia. Nah, teman saya ini tampaknya sangat anti pada yang namanya boy/girlband Indonesia. Tidak sedikit kata-kata yang bisa memancing amarah dia gunakan untuk mendeskripsikan rasa tidak sukanya pada boy/girlband Indonesia.

            Rasa tidak suka pada boy/girlband Indonesia ini, seperti yang kita ketahui, juga dirasakan oleh banyak orang lainnya karena beberapa alasan. Maka dari itu, melalui posting-an saya kali ini, saya mau membahas mengenai alasan-alasan apa yang membuat banyak orang tidak menyukai boy/girlband Indonesia, bahkan tidak sedikit diantaranya yang mendiskreditkan para anggota boy/girlband Indonesia dengan sebutan yang kurang menyenangkan.

            Alasan-alasan yang paling banyak dikemukakan mengenai rasa ketidaksukaan pada boy/girlband Indonesia, antara lain:

  1. Mereka menjiplak (plagiat) artis Korea
    Alasan yang pertama ini paling banyak diutarakan oleh para penggemar artis Korea itu sendiri. Ada beberapa hal yang disebutkan sebagai hal yang dijiplak oleh boy/girlband Indonesia, yaitu format, video klip, musik, dan penampilan.

            Bangsa Indonesia sebenarnya sejak dulu, harus kita akui, adalah bangsa yang ikut-ikutan. Bangsa kita kurang memiliki cukup dasar untuk mengembangkan dirinya sendiri terutama dalam hal entertainment, bangsa kita lebih senang mengekor dari bangsa lain. Jika di luar negeri sedang heboh dengan sesuatu hal, bangsa kita pasti akan ikut-ikutan sekalipun tidak mengerti dengan apa yang sedang heboh tersebut. Salah satunya adalah boy/girlband yang sekarang sedang terjadi.

            Sebenarnya, bangsa Indonesia juga sudah sejak lama memiliki boy/girlband sendiri, antara lain Trio Libels dan AB Three. Sayangnya, pamor mereka tenggelam seiring dengan perubahan selera masyarakat yang kemudian lebih menyenangi band. Saat kemunculan pertama boy/girlband yang disebut-sebut menjiplak artis Korea, banyak orang yang langsung menghujat tanpa ampun, meskipun tidak sedikit juga yang memuji. Yah, mereka memang menjiplak format, penampilan, dan sebagainya dari artis Korea, tapi apakah cuma mereka saja yang menjiplak? Apa cuma mereka saja yang pantas mendapat hujatan?

            Budaya menjiplak sudah ada sejak lama di Indonesia. Saat di luar negeri sedang trend musik rock and roll, semua band langsung menyanyikan lagu rock and roll. Saat di luar negeri sedang trend artis memakai pakaian minim, semua orang langsung ikut-ikutan berpakaian minim. Saat di luar negeri sedang trend  penampilan berformat band, langsung saja banyak band bermunculan. Intinya, dinamika trend  itu akan terus berlanjut tanpa henti di Indonesia, selama bangsa Indonesia tidak bisa menciptakan trend-nya sendiri. Jadi, hujatan yang selama ini ditujukan pada boy/girlband Indonesia yang dituduh telah menjiplak penampilan artis-artis Korea, seharusnya juga ditujukan pada banyak artis lainnya yang juga menjiplak penampilan artis-artis luar negeri lainnya. Sebut   saja Melly Goeslaw yang mulai mengikuti penampilan panggung Lady Gaga yang super nyentrik, lalu Syahrini yang full accesories a la Miley Cyrus, ada juga Agnes Monica yang    ingin menyerupai Rihanna, dan masih banyak lainnya yang tidak bisa disebutkan satu-satu.

  1. Anggota boyband tampak seperti gay dan anggota girlband kecentilan
    Jujur saja, ini adalah alasan yang lucu, menurut saya. Atas dasar apa seseorang bisa men-judge orang lain sebagai seorang homoseksual hanya karena penampilannya? Karena wajah para anggota boyband yang memang kebanyakan di atas rata? Atau karena kemampuan mereka menyanyi dan menari? Saya tidak percaya hal demikian, kecuali kalau yang mengatakan hal tersebut adalah para penganut homoseksualitas yang sudah sangat tahu dan paham, saya tidak akan ragu dengan pendapat ini. Kalaupun para anggota boyband itu benar-benar homoseksual, biarkan mereka menanggung dosa mereka sendiri, jangan ikut-ikutan menambah daftar dosa dengan memfitnah orang lain.

            Alasan yang membuat beberapa orang, kebanyakan dari kalangan cowok, menyebutkan para anggota boyband adalah gay sebenarnya tidak lebih daripada rasa iri. Iri karena tidak setampan para anggota boyband, iri karena tidak mampu tampil seperti para anggota boyband, iri karena pasangan mereka lebih memuja para anggota boyband daripada mereka. Ada yang tahu alasan lain?

            Lalu mengenai anggota girlband yang kecentilan, kalau tidak tampil centil sesuai dengan nada lagunya, bagaimana dong? Semua penampilan para artis itu sudah ada yang mengatur, jadi kalau ingin menghujat anggota girlband yang kecentilan saat beraksi, silahkan hujat koreografernya, penata gayanya, managernya, dan sutradara pembuat video klipnya. Tapi, para koreografer, penata gaya, manager, dan sutradara juga tidak dapat kita hujat seenaknya karena itulah pekerjaan mereka, mengarahkan para artis mereka sesuai dengan minat pasar saat ini.

            Sebenarnya tidak ada yang salah dengan keberadaan boy/girlband di Indonesia saat ini. Justru menurut saya hal ini bagus, menambah warna baru dalam dunia permusikan Indonesia. Kalaupun memang benar adanya mereka menjiplak, mari kita berpikir bijak, itulah cara mereka mencari rejeki mereka. Masing-masing kita punya cara sendiri untuk mencari rejeki, seperti para boy/girlband Indonesia. Mereka hanya ingin mengasah bakat, mencari rejeki, kalaupun memang bukan bakat dan/atau bukan rejeki, toh mereka akan menghilang dengan sendirinya.

            Kalau ingin menghujat mereka, silahkan tampilkan yang lebih baik dari mereka, yang lebih baik dari sekedar menjiplak artis luar negeri, apapun itu asal benar-benar asli hasil karya sendiri, kenapa tidak? Kalau sudah bisa menciptakan sesuatu atau sebuah trend yang benar-benar masih baru dan belum pernah ada sebelumnya di seluruh dunia bagian manapun, saya persilahkan anda untuk menghujat ke-tidak kreatif-an orang-orang Indonesia.

            Jadi, apa yang salah dengan boy/girlband Indonesia? Tidak ada! Mari menjadi orang-orang yang bijak. Mari menjadi generasi yang tidak hanya menilai sesuatu dari sampulnya saja, tapi pelajarilah isinya dan pahami. Mari menjadi orang-orang yang selalu merasa beruntung karena diberkahi dengan rasa hormat pada makhluk Tuhan lainnya.

*PS: Saya membuat posting-an ini bukan karena saya memihak satu pihak, tapi hanya ingin menengahi karena saya sudah cukup jengah dengan sikap mayoritas bangsa Indonesia yang senang menghujat orang lain. Saya penggemar lagu-lagu berbahasa Inggris, jadi jangan kira saya adalah penggemar boy/girlband hingga saya membuat posting-an ini. Tapi, lagu-lagu para boy/girlband ada beberapa yang enak di dengar kok :)

Cinta Itu Sederhana

Malam berkasih dengan lembayung
Langit tersipu menatap mereka
Darah perawan malam sambut rembulan
Bintang-bintang terlahir dengan cantiknya

Satu persatu cahaya bermunculan dari tiap atap
Ikut merayakan resepsi indah menjelang senja
Cinta berlari dari satu rumah ke rumah yang lain dalam senyap
Umumkan romantisme alam di tengah sentuhan gulita

Malam menghangat dalam buaian
Ciptakan ribuan lagu bernada syahdu
Tinta dan pena berdansa dengan anggun
Puisi sang pujangga jadi penghias langit nan kelabu

Katanya,
Cinta itu tak bisa kau andaikan
Karena alasan hanya pertimbangan
Cinta itu sederhana
Manusia saja yang melebih-lebihkan

The Dragonfly Pool

Title: The Dragonfly Pool
Writer: Eva Ibbotson
Publisher: Macmillan Children’s Books
Pages: 416 pages
Publication Date: May 2nd, 2008

I need about 5 months until I can read this book. I saw this book in a book store in Jakarta and this book isn’t sold in other book store, include Gramedia, only in Kinokuniya. When I finally got this book, I need at least a month to finish this book, I need to look for every new word in this book in dictionary. It was a little bit annoying, but I have to take a risk.

This book catches my attention and make me in love since the first time I saw it, because of the title and the name of the main character. But at that time, I couldn’t buy this book because I didn’t have enough money. So, when I homeward, I called my cousin to take this book for me.

The story of this book is about Tally Hamilton. She’s a daughter of a poor doctor, dr. Hamilton. Her father had to send her to a stuffy boarding school all because of the stupid war, but she didn’t want it. But when she already there, she realized that Delderton is not just any school. Eccentric, crazy, and inspiring. It’s the place of the gate of a wonderful adventure. There she met Matteo, who speaks 5 languages and longs for his mountain home. Matteo is her teacher who always help her in almost all of her problem. Tally is a type of little girl who thinks that all problems in this world is her problems.

One day, Delderton got a mail, an invitation from Bergania Kingdom to dance in front of the king in a Folk Dance Festival with so many children from other school from around of Europe. There, in the troubled kingdom of Bergania, Tally will prove herself to be braver than she knew and discover a deep and lasting friendship by the dragonfly pool. Do you want to know what will happen next? What is happening in Bergania? And what is the dragonfly pool? Look for this book and read it!

This book is an English book, so you better prepare a dictionary before you read it, because I promise you that there’s so many English words unusual use. This book will be a very good book for people who love English, who want to increase their skill in English, and an English student, like me. I learn more from this book, especially about vocabulary.

This book is a book for 9 years old children or older, but don’t think this book only contains a childish story. This book will make you thinking as a mature person from a child side. We will know that family and friendship can make us be a braver person, be a wise person, and  they do not care how far you go, you will comeback. Family and friendship is a home for your soul.

The Lovely Bones

Director: Peter Jackson
Writer:  Peter Jackson, Fran Walsh & Philippa Boyens (sreenplay), Alice Sebold (novel)
Released Date: April 7, 2010 (Indonesia)
Stars: Rachel Weisz, Mark Wahlberg, and Saoirse Ranon

The Lovely Bones sebuah film yang ber-genre fantasi, drama, dan thriller. Film ini diceritakan berdasarkan sebuah novel dengan judul yang sama yang diterbitkan pada tahun 2003.  Meskipun sudah telat lebih dari setahun, aku tetap tertarik dan terpesona dengan film ini. Sebuah cerita yang unik tentang penggambaran sebuah dunia yang tidak terjabarkan, dunia yang terletak di tengah-tengah antara dunia kehidupan dan dunia setelah kematian sebelum menuju ke dunia yang abadi.

Film ini bercerita tentang Susie Salmon (Saoirse Ranon), gadis remaja berusia 14 tahun yang menjadi korban pembunuhan pada 6 Desember 1973. Susie menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri yang memiliki insting membunuh tanpa alasan yang jelas. Sejak awal film, para penonton telah diberikan gambaran mengenai siapa pembunuh Susie, jadi jangan mengira kalau ini adalah sebuah film teka-teki detektif untuk mencari pelaku. Menurutku, film ini lebih kepada film psychology, dimana perasaan penonton dipermainkan oleh emosi setiap tokohnya.

Susie Salmon, sebagai tokoh utama, berusaha untuk menyadarkan keluarganya mengenai siapa pembunuhnya dan berusaha menyelesaikan perasaannya pada Ray Singh (Reece Ritchie), seniornya di sekolah yang telah lama ia sukai. Di sisi lain, ayah Susie (Mark Wahlberg) yang begitu mencintai putrinya, terobsesi untuk mencari pembunuh anaknya, sementara ibu Susie (Rachel Weisz) merasa tertekan atas obsesi suaminya yang berlebihan dan kenangan-kenangan tentang putrinya. Susie dan keluarga yang ditinggalkannya berusaha untuk saling merelakan.

Beberapa adegan yang benar-benar membekas di kepalaku, antara lain saat adik Susie, Lindsey Salmon (Rose McIver), masuk ke rumah pelaku pembunuhan kakaknya dan tertangkap basah oleh si pembunuh. Lalu, saat Ray Singh bertemu untuk terakhir kalinya dengan Susie yang ia cintai. Susie masuk ke tubuh teman sekolahnya yang selalu tampil nyentrik dan bisa melihat makhluk halus, Ruth Connors (Carolyn Dando). Susie meminta Ray untuk menciumnya agar ia merasa bahwa perasaannya pada Ray telah terbalas dan segala urusannya di dunia telah selesai.

Secara keseluruhan, film ini adalah film yang sangat wajib ditonton. Ini pertama kalinya aku nonton film yang benar-benar bisa mempermainkan emosi penontonnya. Antara sedih melihat Susie, gemas melihat ibu Susie, kasihan melihat ayah Susie, jengkel melihat si pembunuh, terpesona melihat keteguhan dan kekuatan cinta Susie dan Ray, dan sebagainya. Ditambah lagi dengan semua efek yang diciptakan, terutama mengenai penggambaran “dunia tengah” yang begitu memukau. Memang, sebagai manusia yang masih hidup, kita belum tahu bagaimana gambaran nyata “dunia tengah” itu, tapi film The Lovely Bones ini benar-benar membangkitkan imajinasi kita mengenai “dunia tengah”.

Jika aku ditanya mengenai pesan yang ingin disampaikan oleh si sutradara dan penulis lewat film ini, aku akan bilang: “True love is truly exist in this world“. Yup, cinta sejati itu memang benar-benar ada, entah itu antara pria dan wanita sebagai kekasih atau antara anak dan orangtuanya. Cinta dan segala hal magis di dalamnya menyimpan kekuatan yang tidak mungkin sanggup dipisahkan oleh apapun, ruang dan waktu sekalipun. Selamat nonton!

Happy 2nd Birthday, Redragonfly!

Hari ini sudah tanggal 3 Desember lagi. Rasanya kayak baru kemarin menelurkan blog capung merah sok-bule-banget ini. Tidak terasa usia blogku sudah masuk yang ke-2 tahun, tapi pemiliknya belakangan ini malah makin malas nulis aja :oops:

Sangat senang bisa bergabung dengan wordpress dan menjadi salah satu dari sekian banyak penggunanya. Sangat senang bisa berbagi banyak cerita senang, sedih, galau, dan memalukan di blog ini. Selain itu, redragonfly juga sangat mengapresiasi tiap pembaca dan komentar-komentar yang telah diberikan, baik yang bernada positif maupun negatif, terimakasih ya, karena itu berarti banyak yang menaruh perhatian pada tulisan-tulisan redragonfly :D

Secara khusus, penulis juga mengucapkan terimakasih pada redragonfly yang sudah menampung banyak uneg-uneg penulis dan sangat membantu penulis untuk menyalurkan aspirasi dan bakat. Berkat redragonfly, penulis sudah beberapa kali ditawari kerjaan untuk menjadi penulis di beberapa situs, tapi belum ada yang dapat penulis terima karena penulis masih ingin fokus pada pendidikan. Terimakasih ya, redragonfly, atas pertemanan kita yang everlasting ini :*

Sekarang, redragonfly sudah lebih dari 38.000 kali dikunjungi oleh banyak orang, baik dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, suatu kebanggan tersendiri untuk penulis dan suatu penghargaan tersendiri, yang meskipun tidak berbentuk tapi benar-benar sangat penulis hargai. Sejauh ini, jumlah pengunjung tertinggi adalah 219 pengunjung sehari, yaitu pada 16 November 2011 dan penulis berharap agar ini dapat terus meningkat.

Well, akhir kata penulis kembali mengucapkan banyak terimakasih pada redragonfly, pada para pengunjung dan pembaca, dan untuk wordpress.

HAPPY 2ND BIRTHDAY, REDRAGONFLY!

Expand your wings to fly as far as possible, braved wind, rain, and storms, explore the reed and the rainbow to find more stories to our shared :D

Love,
Tilly
(a writer of redragonfly)

Ponds Make It Happen

Actually, I don’t know about this competition until I opened my e-mail this morning. In the left side of my e-mail dashboard, there the place of this adv. I just opened it to see the pictures of the contestant -or maybe we can say as ‘people-who-uploaded-their-picture(s)’. There are some outstanding photos, because they took their pictures in photo studio,  and make me voted them. Suddenly, I remembered about my sister and my cousin.

I, my sister, and my cousin are not a “gank”, we just always together, I think almost every weekend we meet. I don’t know why, all of a sudden, I had an idea to upload our pictures. Well, it’s absolutely a hundred percents not me or my sister or my cousin, you know, following a contest -beauty contest-, that’s very NOT us! So, you can say it’s just a kicks action of me.

But, even though it’s just a kicks action, I still hope that everybody who read this post will vote for us. Just direct your cursor to the picture above and click it, then you will go to the page of us. After that, you just need to click VOTE (in a green box  in the right) and share it in twitter or facebook. Thank before :)

Tawuran Mahasiswa UNHAS, Pelecehan Kehormatan Almamater

Tawuran yang melibatkan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, kembali terjadi. Tawuran yang bermula di hari kemarin, 14 November 2011, sebagai akibat dari ketersinggungan mahasiswa dari Fakultas Kehutanan terhadap sikap mahasiswa dari Fakultas Teknik -atau mungkin sebaliknya, karena kabar yang beredar masih simpang siur- berlanjut hingga hari ini, 15 November 2011. Sebagai dampak dari hal tersebut, Wakil Rektor 3 kena timpuk, para aparat kepolisian menyisir setiap sudut kampus, dan seluruh kegiatan perkuliahan besok diliburkan secara total.

Saya mahasiswi Unhas dan saya merasa sangat malu akan hal ini. Tindakan anarkis mahasiswa yang bersikap bak makhluk primitif yang belum tersentuh oleh modernitas dengan mengusung egoisme diri sendiri, telah banyak mempengaruhi citra universitas tempat saya menuntut ilmu ini. Bayangkan, telah beredar desas-desus, bahwa semua mahasiswa sarjana Fakultas Teknik Unhas tidak akan diterima bekerja di instansi mana pun, entah itu negeri atau swasta. Lalu, bagaimana dengan nasib 2 orang sepupu saya dan teman-teman saya yang juga mahasiswa Fakultas Teknik, yang sama sekali tidak pernah terlibat dalam hal merusak semisal tawuran?

Karena nila setitik, rusak susu belanga. Mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan bagaimana dampak tawuran terhadap para mahasiswa yang tidak terlibat. Para pelaku tawuran yang disinyalir sebagai mahasiswa-mahasiswa tua penghuni daftar calon DO bahkan menghalalkan berbagai cara agar mereka tidak diketahui. Salah satu caranya, yang baru saya ketahui beberapa minggu terakhir, yaitu dengan menyuruh para mahasiswa baru untuk berada di garis depan tawuran, sehingga ketika ada wartawan yang meliput atau memotret, hanya wajah para mahasiswa baru yang terpampang di media massa. Lalu ketika tawuran sudah reda dan mereka merasa telah aman, masalah baru akan kembali dimunculkan, seakan hidup mereka tidak indah tanpa membuat batu-batu beterbangan dan melukai teman-teman mereka sendiri.

Alasan-alasan yang dilontarkan jika ditanya mengenai keterlibatan dalam tawuran, beberapa di antaranya adalah masalah ketersinggungan dan solidaritas, alasan klasik kalau tidak mau dibilang klise. Apa yang membuat tersinggung? Dicela? Dihina? Dijelek-jelekkan? Tentu saja akan terus dicela, dihina, dan dijelek-jelekkan kalau tidak bisa merubah sifat dan sikap primitif. Buktikan kalau apa yang dicelakan, dihinakan, dan dijelek-jelekkan itu tidak benar. Caranya? Bukan dengan fisik, tapi dengan otak. Solidaritas? Tidak ada seorang manusia pun yang mau melihat jika orang-orang terdekatnya, semisal teman, dihakimi oleh orang lain, tapi kekerasan tidak seharusnya dilawan dengan kekerasan. MAHAsiswa itu bukan hanya sekedar gelar pendidikan, itu sebuah citra, sebuah harga diri. Apa ada makhluk berakal yang ingin mencemari harga dirinya sendiri untuk sebuah kegiatan yang sama sekali tidak ada manfaatnya bagi diri sendiri dan orang lain, bahkan sangat merugikan? MAHAsiswa, gelar pendidikan tertinggi, gunakan akalmu, jangan ototmu.

Para mahasiswa dari fakultas yang dianggap sebagai biang kerok dari semua tawuran yang telah terjadi di Unhas pun mulai merasa dianaktirikan. Salah siapa? Entah salah siapa! Para senior yang telah mendoktrinkah atau kesalahan pola pikirkah atau egoisme yang terlalu tinggikah? Tidak ada yang tahu pasti apa jawaban yang benar karena seakan semua alasan sudah bercampur-aduk menjadi satu. Pantaskah mereka dianaktirikan? Mungkin. Bayangkan saja, mahasiswa lintas fakultas telah bersatu untuk melawan mereka, tidakkah mereka berpikir, apa mungkin ada yang salah dalam diri mereka?

Posting-an ini saya buat bukan untuk menjatuhkan apalagi mendiskreditkan fakultas tertentu di Universitas Hasanuddin. Saya hanya ingin menyadarkan, HEY! Kita ini sekampus, sealmamater, sama-sama menimba ilmu, sama-sama mencita-citakan kesejahteraan untuk masa depan, buat apa kita saling adu otot. Kita ini mahasiswa, bertarung dengan intelegensi, bukan dengan otot, panah, batu, busur, dan semacamnya. Kita bertarung di medan pendidikan untuk menghasilkan kemakmuran, bukannya bertarung di kampus sampai membakar barang-barang yang bukan milik pribadi dan menghasilkan korban-korban yang sebenarnya berniat melerai.

Buat apa kalian selama ini berkoar-koar mengenai bobroknya pemerintahan dan segala hal yang menyimpang di negeri ini kalau sikap dan sifat kalian sendiri tidak benar? Mungkin kalianlah penerus kebobrokan negeri ini. Mari tenangkan pikiran, lapangkan dada, semua permasalahan akan dapat terselesaikan dengan baik jika kita mau berpikir dengan kepala dingin. Jadilah generasi penerus bangsa, bukan generasi yang makin memporak-porandakan harga diri bangsa! Mahasiswa atau siswa?

Don’t let people say: “Look at what those barbarian students have done! A barbarian campus that just giving a sh*t barbaric education, and produce more infamous graduates”.

We are not barbarians! We are university students, so show the people!

The Sims Social

Salahkan online game  yang satu ini karena aku tidak pernah update lagi sejak berkenalan dengannya! :(

tapi, semoga saja aku bisa update tentang sesuatu as soon as possible ;)

A Stranger In A Random Weather

Ten months ago in a dry season, in a warm night, we met accidentally. You blundered into my shoulder. You just said sorry, I said okay. Without recognizing each other, we walked slowly. In the middle of the night, we parted company without even care.

Eight months ago, the remnant of a rainy season bathes my garden. I saw you in front of my house. You were jog. You stopped for a while, stared at my red roses that planted right under my bedroom window. A handsome stranger who loves roses.

Six months ago, in a fine day, I saw the beautiful sky from bus stop when I waited for the next bus. But then, dark clouds hung above me. No need a long time, rain flushed the ground. You, under a wet newspaper, ran to the bus stop. You were stood beside me, hugged yourself. You should be very cold at that time. My bus came. Once more, we parted.

Four months ago, behind a cafe table, I wrote something about a stranger I’ve ever met. Well, it’s about you. But then, I decided to not to do that. When I was about to throw my paper, I saw you again. You walked alone under pour. So many raindrops in your face. Your eyes were red. Did you cry? My boy friend made me averted from you after that.

Two months ago, I was at the mall with my girls. It’s a sunny day, so I and my girls want to spend our free time together at the mall. They talked about our high school memories and about a boy whom I don’t know. I can’t remember most of their stories. A couple caught my attention. Oh God, that’s you! With a girl. I was fine and you’re still my handsome stranger. We didn’t even know each other.

And today, we meet again. I still do not know anything about you and let you disappear in your girlfriend’s loving embrace. I sink myself back to my world as a writer. Enough for me to see you. Well, maybe 2 months later will there’s a new book about you and you will never know that I introduce you to the world as A Stranger In A Random Weather.

Without she realize, the boy she talks about has known her. He has loved her since so long, he just never has bravery to accost her. And now, he just can stare at her like before, when he looked at her for the first time and only can said ‘Sorry’ because he blundered into her shoulder deliberately, when he looked at her who sat behind her window, when he looked at her at the bus stop, when he looked at her at the cafe and he just could be so sad because a man accosted her before he can do that, when he looked at her at the mall and his sister really wanted to know about her, and when he looked at her wrote something in a paper. Then his sister come and hugs him. They already have a promise to meet today.

Aneka Istilah Fashion dan Artinya

1.Ready to Wear/Pret-a-Porter
Kebanyakan busana yang kita lihat di butik adalah koleksi yang biasa disebut ready to wear atau net-a-porter dalam bahasa Perancis atau busana siap pakai dalam bahasa Indonesia. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan koleksi suatu label yang diproduksi secara masal. Biasanya koleksi ini dibuat dengan standard clothing size (misalnya S, M, L, dll) dan sudah siap tersedia di toko-toko dalam kuantitas yang banyak.

2.Haute Couture
Kebalikan dengan ready to wear, istilah haute couture artinya adalah high dress making. Kata ini dipakai untuk menjelaskan lini custom made yang khusus dibuat oleh desainer untuk klien mereka. Gaun haute couture hanya akan dibuat berdasar pesanan dan dibuat sesuai ukuran personal klien yang memesan. Jadi, sudah bisa ditebak bahwa lini ini sangatlah mewah, eksklusif dan pastinya one of a kind. Di Paris sendiri terdapat sebuah organisasi yang dinamakan Chambre syndicale de la haute couture yang menentukan desainer mana yang berhak melakukan show couture karena terdapat aturan tersendiri. Beberapa peraturan yang harus diikuti untuk bisa bergabung dengan para couturier lain adalah:

  • Menawarkan servis custom made untuk klien, memastikan fitting dan desain yang mereka buat one of a kind.
  • Desainer harus membuat khusus satu desain baru untuk klien mereka dan mereka diharuskan melakukan fitting sebanyak yang diperlukan untuk satu desain itu hingga selesai dibuat.
  • Harus memiliki atelier atau workshop di Paris yang mempekerjakan 15 orang lokal secara full time.
  • Dalam satu tahun, desainer harus membuat dua show untuk para media di Paris. Koleksi mereka harus berjumlah kurang lebih 35 items untuk day time wear atau evening wear.

3.Fashion Season Spring/Summer, Fall/Winter
Tren fashion masih ditentukan oleh negara—negara di belahan Barat sana yang memiliki empat musim. Jadi fashion pun masih mengikuti kebutuhan pakaian mereka yang tinggal di sana. Dalam setahun para label pasti akan menggelar dua fashion show besar yaitu Spring/Summer dan Fall/Winter. Seperti musimnya baju-baju untuk musim Spring/Summer, para label pasti menyiapkan koleksi ringan yang memang pas digunakan saat musim tersebut. Warna-warna terang biasa digunakan, bahan ringan hingga pemilihan desain yang lebih mengarah kepada baju untuk liburan. Sedangkan untuk Fall/Winter pemilihan warna yang lebih gelap biasa dipilih, lalu penggunaan material seperti fur, kulit hingga footwear sejenis boots kerap ada di musim ini. Lalu pada saat transisi antara kedua musim ini, beberapa desainer biasanya mengeluarkan mini koleksi seperti Resort dan juga Pre Fall, sebagai sneak peek untuk koleksi besar nantinya.

4. Fashion Faux Pas
Kata faux pas sendiri dalam bahasa Perancis artinya pelanggaran yang dilakukan melawan norma-norma sosial yang ada, misalnya mulai dari kebiasaan, aturan atau etiket yang ada. Sedangkan fashion faux pas sendiri artinya ketika seseorang terjebak dalam situasi salah kostum, atau penampilannya tidak sesuai dengan dress code atau tren yang ada saat ini. Istilah ini dipopulerkan oleh Louis XIV, dan pada saat pemerintahannya dia sangat senang dengan pertunjukan tari. Jadi jika kamu salah dandan saat menghandiri pesta dansanya, kamu bisa-bisa langsung diusir.

5. The “It” Things
Istilah ini bisa digunakan untuk menjelaskan segala sesuatu yang paling happening, paling gaya dan paling keren yang sedang terjadi saat ini. “It” ini bisa dipakai mulai dari menjelaskan tren, desainer, koleksi, socialiate, aktor hingga penyanyi.

6.  Fashionista
Pada awalnya kata fashionista bermakna sedikit negative yaitu menjelaskan seseorang yang gila belanja dan mengikuti semua tren yang ada tanpa memiliki personal style sendiri. Kini para media menggunakan kata fashionista untuk menjelaskan seseorang yang memiliki personal style yang luar biasa, dia berhasil menciptakan tren tersendiri, mampu menggabungkan high fashion dengan koleksi vintage. Intinya perempuan yang memiliki gaya yang stylish dan tidak terdikte oleh fashion.

7. Glitterati

The glitterati packed the red carpet, biasanya geng glitterati selalu terlihat terdepan pada saat fashion show, red carpet hingga halaman awal majalah fashion hingga majalah gossip. Grup ini biasanya terdiri dari selebriti, socialite, editor, dan fashionista yang semuanya fashionable, glamourous dan yang pasti membuat iri banyak orang lain yang melihatnya.

8. Fashion Editrix
Sebenarnya fashion editrix memiliki arti yang sama dari seorang fashion editor perempuan. Penggunaan kata “Editrix” sebagai pengganti “editor” adalah hasil dari tambahan kata “dominatrix“. Editor + Dominatrix = Editrix. Jadi, maksudnya adalah Editor yang dominan atau memimpin. Maka dari itu biasanya yang mendapat julukan ini biasanya sudah berada di posisi pimpinan senior. Misalnya Anna Wintour dari majalah Vogue USA dan Emmanuelle Alt pengganti Carine Roitfeld adalah salah satu editor majalah fashion yang paling terkenal bahkan memiliki status sama dengan para glitterati lainnya. Terlihat dari cuplikan film dokumenter soal industri fashion, The September Issue, pendapat Anna sangat penting sehingga para desainer besar meminta approval-nya secara tidak langsung sebelum melansir koleksi terbarunya. Selain pengaruh besar mereka untuk industri fashion, personality dan personal style membuat para fashion editrix ini tetap menjadi topik hangat untuk dibahas.

9. Androgynous Style

Salah satu advantage lain terlahir menjadi perempuan adalah kita bisa bebas meminjam busana pria dan menjadikan itu sebagai salah satu gaya personal kita. Androgyny atau androgini dalam bahasa Indonesia adalah sebuah gaya yang terinspirasi dari pakaian pria mulai dari siluet, material hingga warna.  Beberapa fashion items yang bisa kamu kenakan jika ingin mencoba style ini adalah blazer, celana lurus, bow tie, hingga oxford shoes.

10. Fashion Du Jour
Fashion du jour juga salah satu istilah yang sering kita baca atau dengar. Kata du jour sendiri yang berasal dari bahasa Perancis berarti “hari ini”. Jadi fashion du jour memiliki arti fashion hari ini atau juga bisa dianggap “the latest fashion“.

Sumber: di sini